JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Sragen Bangun Pusat Layanan Autis (PLA) Terlengkap

Sragen Bangun Pusat Layanan Autis (PLA) Terlengkap

567
BAGIKAN

Pertama di Jateng, Siap Tampung Anak Autis Jateng hingga Jatim

Pembangunan Autis Center Untuk Indonesia di Sragen
Pembangunan Autis Center Untuk Indonesia di Sragen

Setelah merintis renovasi Masjid Agung dan gedung pertemuan termegah, satu bangunan monumental berupa kompleks Pusat Layanan Autis (PLA) kembali didirikan di Kabupaten Sragen, Kamis (29/8). Pembangunan kompleks PLA yang berlokasi di Nglorog, Sragen Wetan, Sragen itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman dan dihadiri jajaran Muspida.

Dibangun di atas lahan seluas 6.000 m2 dan menelan anggaran Rp 8 miliar, PLA itu akan menjadi yang pertama di Jateng. Tak hanya itu, pusat pelayanan terapi dan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus itu juga diproyeksikan untuk melayani anak autis di Sragen, perbatasan Jatim dan Purwodadi.

Kabid Pendidikan Nonformal Olahraga dan Seni Pelajar, Dinas Pendidikan Sragen, Darmawan mengatakan PLA itu didirikan sebagai sarana pemerataan pelayanan pendidikan bagi semua warga negara, termasuk anak berkebutuhan khusus, seperti amanat pasal 31 amandemen UUD 1945 maupun UU No 30/2003. Masih tingginya jumlah penyandang autis usia sekolah yang belum mendapatkan akses pendidikan adalah faktor lain yang mendorong pembangunan PLA tersebut.

“Data di Dirjen Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PK-LK) tahun 2010, ada sekitar 10.000 penyandang autis usia sekolah seluruh Indonesia. Dari angka itu, baru 26 persen atau sekitar 2.650 anak yang sudah mendapat terapi atau layanan pendidikan. Dari latar belakang itu, dari Dirjen PK-LK pusat akhirnya menunjuk Sragen bersama 24 kabupaten/kota se-Indonesia untuk dibangunkan PLA tahun 2013 ini,” ujarnya di sela-sela peletakan batu pertama.

Untuk tahap awal ini, pembangunannya digelontor dana dari APBN senilai Rp 2,94 miliar dari total kebutuhan anggaran senilai Rp 8 miliar. Selanjutnya, pembangunannya akan dilakukan bertahap sambil menunggu dana berikutnya dari pusat yang diperkirakan bisa tuntas pada 2014.

Prioritas yang dibangun tahap awal ini adalah gedung utama untuk pelayanan konsultasi dan terapi yang diproyeksikan selesai akhir 2013 dan mulai beroperasi awal 2014. Selanjutnya, akan dikembangkan pada ruang laboratorium, ruang konsultasi, dan taman untuk terapi sensor motorik. Nantinya biaya untuk pendidikan di PLA ini akan disubsidi sehingga tidak semahal swasta. Bahkan, kompleks PLA itu nantinya disediakan bukan hanya untuk anak autis di Sragen, namun juga untuk warga Jatim perbatasan dan Purwodadi.

Sementara, Bupati Agus mengapresiasi kepercayaan pusat yang menunjuk Sragen sebagai satu dari 24 daerah se-Indonesia yang terpilih mendirikan PLA. Ia berharap keberadaan PLA itu bisa menjadi jembatan untuk mengantar Sragen menuju pusat pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus maupun yang terlahir normal. “Kami juga akan bentuk akademi khusus komunitas. Semoga ini menjadi awal ikhtiar Sragen untuk menyediakan layanan pendidikan baik yang berkebutuhan khusus maupun yang tidak,” tandasnya.  Wardoyo