JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Market Sritex Bertekad Jadi Perusahaan Kelas Dunia

Sritex Bertekad Jadi Perusahaan Kelas Dunia

681
BAGIKAN
Upacara Bendera di Sritex
Upacara Bendera di Sritex

SOLO-  PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) terus mengukuhkan prestasinya di kancah internasional sebagai perusahaan tekstil dan garmen kelas dunia. Setelah sukses memproduksi pakaian militer ke sejumlah negara, di usianya yang genap 47 tahun, Sritex semakin bersemangat untuk bertransformasi sebagai produsen tekstil dan garmen terkemuka di dunia.

Menurut Vice President PT. Sri Rejeki Isman, Tbk, Iwan Setiawan Lukminto, di ulang tahunnya pada tanggal 16 Agustus, pihaknya ingin mengukuhkan perjalanan selama 5 dekadenya di industri tekstil tanah air menuju perusahaan tekstil dan garmen kelas dunia.

“Dalam acara ulang tahun ke-47, kami ingin membuktikan kepada masyarakat bahwa industri tekstil itu bukan industri sunset. Industri tekstil Indonesia mulai tumbuh lagi dengan industri tekstil baru, seperti Vietnam dan Kamboja. Pada momentum ulang tahun ini, Sritex ingin mendorong upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk dapat lebih bersaing,” terangnya pada Konferensi Pers HUT Ke-47 PT Sri Rejeki Isman Tbk bertema 47 Tahun Perjalanan Merajut Mimpi Sritex Terus Bersinar, di Diamond Restaurant, Kamis (15/8).

Iwan melanjutkan, di usianya ke 47, sustainable improvement (perbaikan yang berkelanjutan) di segala aktivitas manajemen serta produksi menjadi suatu keharusan dalam menyikapi perubahan yang terjadi setiap saat. “Karyawan merupakan aset perusahaan yang tercermin dari partisipasi aktif pada setiap kegiatan. Dan pada upacara bendera 17 Agustus di halaman Sritex, akan dilaksanakan parameter untuk melihat adanya inovasi baru, continuous improvement dari waktu lalu untuk mengukur bagaimana tumbuh dan dinamisasi Sritex dalam menjawab tren dan perubahan global,” paparnya.

Dijelaskan Iwan, menginjak usia 47, Sritex kini telah menjadi perusahaan terbuka, melalui Initial Public Offering (IPO)/pencatatan nama di Bursa Efek Indonesia pada 17 Juni 2013 lalu. Dimana telah tercatat dengan nama atau kode saham SRIL, dan Sritex telah melepas 30,12 persen sahamnya ke publik.

“Sritex telah berkembang dengan sembilan departemen spinning, tiga weaving, tiga dyeing/printing dan tujuh garmen. Saat ini produksi Sritex 70 persen dilempar ke pasar ekspor dan 30 persennya lagi untuk memenuhi kebutuhan domestik. Selain telah memenuhi kebutuhan pakaian militer 29 negara, perseroan juga sudah menjalin kerja sama perdagangan dengan 40 negara lebih, meliputi fashion dengan berbagai model, kain serta benang-benang tekstil,” ujarnya.  Paramita Sari Indah