JOGLOSEMAR.CO Daerah Jogja Sultan Mau Jadi Mediator, Asal Diminta Kedua Pihak

Sultan Mau Jadi Mediator, Asal Diminta Kedua Pihak

426
BAGIKAN
Sri Sultan HB X  Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta
Sri Sultan HB X
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta

JOGJA– Raja Kasultanan Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mempertimbangkan permintaan sebagai mediasi kisruh di Keraton Solo. Namun, syaratnya harus kedua belah pihak yang meminta sebagai mediasi.

Menurut Sultan, masalah yang terjadi di Keraton Solo melibatkan kedua belah pihak. Karena yang berseteru itu dua pihak, maka tidak bisa hanya satu pihak yang mengajukan mediasi. “Masalahnya harus kedua belah pihak, saya pertimbangkan,” kata Sultan di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Jumat (30/8).

Ngarso Dalem, panggilan akrab dari Sri Sultan HB X, juga mengatakan belum dihubungi oleh KGPH Penembahan Agung Tedjowulan untuk menjadi penengah atau media dalam gonjang-ganjing di Keraton Surakarta. “Tidak, saya tidak pernah dihubungi. Lagi pula saya kan tidak punya hak untuk itu,” kata Gubernur DIY tersebut.

Seperti diketahui KGPH Penembahan Agung Tedjowulan meminta Sri Sultan HB X sebagai penengah. Sultan menyatakan jika kedua belah pihak meminta dirinya menjadi penengah maka ia mengaku siap melakukannya. “Kalau hanya satu pihak saya tidak mau. Di samping itu kan harus negosiasi permasalahannya apa. Saya sendiri tidak mengetahui persoalan mereka apa,” jelas Sultan.

Lebih lanjut Sultan mengatakan jika dimediasi namun mereka ternyata tidak mau mendengar apa yang dikatakan dan disarankan maka percuma saja. “Kalau tidak mau mendengarkan apa yang dikatakan dan disarankan yang percuma saja,” ujarnya. Detik