JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Syukuran Hasil Panen, Warga Pokak Gelar Bersih Sendang

Syukuran Hasil Panen, Warga Pokak Gelar Bersih Sendang

339
BAGIKAN
BERSIH SENDANG - Warga menunggu tenong berisi makanan untuk acara bersih Sendang Sinongko di Desa Pokak Kecamatan Ceper, Jumat (23/8). Joglosemar/Angga Purnama
BERSIH SENDANG – Warga menunggu tenong berisi makanan untuk acara bersih Sendang Sinongko di Desa Pokak Kecamatan Ceper, Jumat (23/8). Joglosemar/Angga Purnama

KLATEN – Ribuan warga berkumpul dalam tradisi Bersih Sendang Sinongko di Desa Pokak, Kecamatan Ceper, Jumat (23/8).Bersih Sendang ini dilakukan sebagai wujud ucap syukur atas keberhasilan panen warga yang menggunakan sumber air di sendang itu.

Acara itu sudah menjadi tradisi yang turun-temurun, bahkanbanyak  perantau yang berasal dari wilayah sekitar sendang itu pulang kampung untuk sekedar mengikuti acara itu. Di setiap tahunnya, tradisi tersebut selalu meriah oleh warga desa di sekitar sendang. “Tradisi ini sudah ada sejak ratusan tahun silam yang digelar setiap musim kemarau setelah panen, atau antara tanggal 25 Juli sampai 5 September dan diambil hari Jumat wage,” ujar Lasino, salah satu tokoh warga setempat.

Menurutnya, tradisi ini sudah menjadi kebiasaan bagi warga Desa Pokak, khususnya warga Dukuh Pokak dan Tegalduwur, yang diadakan setahun sekali usai musim tanam kedua. Ritual diadakan di sendang ini karena sendang ini menjadi sumber pengairan sawah warga sekitar yang luasnya mencapai 15 hektar lebih. “Karena sepanjang musim, warga selalu memanfaatkan sumber air ini. Bahkan, meski musim kemarau namun sendang ini tidak pernah kering,” jelas Lasino.

Kepala desa setempat, Soetjiati, mengatakan tradisi bersih sendang tersebut diawali dengan pemotongan kambing di sekitaran sendang. Untuk tahun ini, terdapat 70 ekor kambing yang dipotong yang merupakan sumbangan dari warga, pemerintah desa, dan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Klaten. “Pemotongan kambing digelar pagi hari sebelum perayaan tradisi bersih desa digelar. Untuk tahun ini ada  70 ekor kambing yang dipotong untuk memeriahkan acara tahunan ini,” paparnya.

Selain itu, setiap kepala keluarga juga membawa nasi tumpeng yang dilengkapi dengan satu ingkung ayam beserta lauk-pauk yang lain. Makanan tersebut dikumpulkan di Sendang Sinongko untuk didoakan dan kembali dibawa pulang atau dimakan di tempat beramai-ramai. “Ada tujuh titik yang merupakan dari dua dukuh di Desa Pokak yang berkumpul. Kambing yang disumbangkan dalam tradisi ini merupakan bantuan dari para perantau. Sedangkan ayam, nasi, dan lauk-pauknya merupakan hasil kebun masing-masing warga, dan diolah sendiri,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Disbudparpora, Sugeng Haryanto, yang  hadir dalam acara tersebut, mengatakan tradisi Bersih Sendang Sinongko itu merupakan kebudayaan yang harus dilestarikan. Kebudayaan tersebut adalah identitas suatu bangsa yang sekaligus dapat mempererat rasa kekeluargaan. “Tradisi ini sangat bagus dan harus selalu dikembangkan, serta dijaga kelestariannya. Tradisi ini sudah masuk kalender wisata di Klaten. Tradisi ini bisa dijadikan wisata budaya yang dapat menarik wisatawan asing,” katanya. Angga Purnama