Tahan MU, The Blues Kokoh di Puncak

Tahan MU, The Blues Kokoh di Puncak

279
KOKOH--Bek Manchester United, Nemanja Vidic (kanan) berebut bola dengan gelandang Chelsea, Oscar, pada laga di Old Trafford, Selasa (27/8) dini hari. Laga tersebut berkesudahan imbang tanpa gol. Reuters | Phil Noble
KOKOH–Bek Manchester United, Nemanja Vidic (kanan) berebut bola dengan gelandang Chelsea, Oscar, pada laga di Old Trafford, Selasa (27/8) dini hari. Laga tersebut berkesudahan imbang tanpa gol. Reuters | Phil Noble

MANCHESTER– Tak ada pemenang dari laga Big Match di Old Trafford antara Manchester United kontra Chelsea yang harus berakhir dengan skor kacamata. Dengan tambahan satu poin ini, Si Biru sementara kokoh di puncak klasemen dengan tujuh poin dari tiga laga, sementara Setan Merah terpaku di urutan keempat dengan empat poin.

Pada laga pekan kedua Liga Inggris, Selasa (27/8) dini hari WIB, MU lebih unggul dalam penguasaan bola serta total shots sepanjang 90 menit. Dengan 55 persen ball possesion, MU punya 12 tembakan dengan tiga on goal. Sebaliknya, The Blues bikin delapan kali percobaan tembakan dengan empat kali merepotkan David De Gea di bawah mistar.

Hasil imbang tanpa gol ini membuat David Moyes kecewa. Manchester United disebutnya sudah bermain bagus, namun kesulitan saat menembus ke kotak penalti dan akhirnya gagal bikin gol. “Saya pikir kami bermain dengan bagus, tapi tak bisa mengirim bola untuk menciptakan peluang di muka gawang. Kami memasang tiga striker tapi Chelsea membuat kami kesulitan mencetak gol,” sahut Moyes usai pertandingan.

“Saya frustrasi tidak bisa mendapatkan poin yang diinginkan, tapi kami menerimanya dan menjadikannya landasan untuk bangkit,” lanjut Moyes di BBC.

Pemain-pemain MU sempat mengklaim penalti setelah tangan Frank Lampard terlihat menyentuh bola. Terkait hal tersebut, Moyes mengaku dirinya tidak melihat secara jelas momen tersebut, meski dia menganggap wasit telah membuat keputusan tanpa benar-benar melihat apa yang sebenarnya terjadi di atas lapangan.

“Saya tidak punya sudut pandang yang bagus soal klaim penalti, tapi saya pikir itu adalah situasi di mana wasit juga tidak tahu apakah itu handball atau tidak. Saya pikir wasit menjalani pertandingan dengan bagus, tapi saya tak yakin kalau manajer sependapat dengan hal itu,” lanjut Moyes.

Manajer The Blues, Jose Mourinho, menilai hasil ini sudah adil untuk kedua tim. “Aku pikir hasil ini adil.. Aku sudah katakan kepada para pemain, Kami bermain untuk menang, tapi jika kami tidak bisa menang, maka kami tidak boleh kalah dan kupikir para pemain mengerti ini sepenuhnya,” ujar Mourinho.

“Kedua tim sudah memberikan segalanya dan aku pikir pada akhirnya para pemainku lebih bermain bertahan untuk mengincar satu poin,” sambungnya.

Lebih lanjut Mourinho juga menitikberatkan pada tumpulnya barisan depan dari timnya terutama saat membangun serangan balik, di mana Eden Hazard dkk dinilai terlalu banyak memainkan bola dan juga kerap kehilangan bola saat berduel di lini tengah.

“Kami tidak membuat banyak peluang, bukan karena sistem tapi karena kami kerap salah umpan. Aku pikir United juga lima atau enam kali kehilangan bola. Ini laga yang sulit untuk kami berdua,” tukasnya.

“Kami berdua ingin menang dan sama-sama tidak ingin kalah. Ini benar-benar laga besar tanpa gol. Tapi kami punya enam poin dari seluruh laga kandang kami. Beberapa lawan kami sudah kehilangan poin, jadi tak masalah untuk kami setelah start yang sulit seperti ini,” kata manajer asal Portugal itu.

“Kami bermain lebih baik daripada lawan kami. Kami mengontrol pertandingan. Kami benar-benar tidak punya masalah. Kami hanya sedikit berbuat kesalahan. Kami kurang tajam saat menyerang,” ucapnya.

Frank Lampard dan John Terry punya pendapat serupa soal hasil imbang yang didapat Chelsea di kandang Manchester United. Menurut mereka, kedua tim sama-sama tak mau menelan kekalahan di awal musim.  Detik

BAGIKAN