JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Tarif Parkir Naik Gila-Gilaan

Tarif Parkir Naik Gila-Gilaan

326
BAGIKAN

Tarif parkir sepeda motor dari Rp 500 menjadi Rp 2.000, sedangkan mobil yang awalnya hanya Rp 2.000 kini naik menjadi 10.000.

PARKIR-Suasana parkir di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri, Rabu (10/7). Di sini, juru parkir memberikan tiket setelah uang dibayarkan. Joglosemar | Eko Sudarsono
ilustrasi

SUKOHARJO- Menjelang Lebaran 2013, tarif parkir kendaraan di Kota Makmur naik gila-gilaan. Pantauan di lapangan, tarif parkir sepeda motor dari Rp 500 menjadi Rp 2.000, sedangkan mobil yang awalnya hanya Rp 2.000 kini naik menjadi 10.000.

Realita tersebut terjadi di sejumlah lokasi kerumunan massa, yakni pasar tradisional, pusat perbelanjaan, dan swalayan. Kontan saja, kenaikan tarif parkir sepihak itu langsung dikeluhkan warga yang menggunakan jasa tersebut.

Salah seorang warga yang ditemui di Pasar Kartasura, Esti Rahayu mengaku sangat kaget. Jika angka kenaikannya hanya sedikit, menurut dia masih bisa dipahami dan diterima. Namun, kenaikan tarif parkir yang dia alami sudah masuk kategori kebablasan. Apalagi, struk parkir yang seharusnya resmi dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi (Dishubkominfo) Sukoharjo, diganti dengan kertas buram.

“Ini sudah melanggar ketentuan yang ada. Masak karcis yang diberikan itu dari kertas buram foto kopi, bukan resmi dari dinas terkait. Nominal kenaikannya pun juga sangat besar. Untuk sepeda motor jadi Rp 2.000 dan mobil Rp 10.000,” keluh Esti, Senin (5/8).

Dalam kertas buram itu, warga Gumpang Kartasura ini menyebutkan ada tulisan “khusus Lebaran” tarif Rp 2.000. Dia juga mengatakan ada beberapa penyedia jasa parkir yang tidak memberikan karcis kepada pemilik kendaraan. Alasannya, Jukir kehabisan tiket parkir. “Ya tapi kendaraan itu tetap ditarik dengan tarif yang sama tingginya. Ini kan tidak benar. Kami harap masalah ini segera diselesaikan, jangan sampai merugikan konsumen,” katanya.

Keluhan itu menurutnya wajar, terutama bagi warga yang harus bolak-balik ke pasar atau pusat perbelanjaan karena ingin kulakan dan dijual kembali. Alhasil, mau tidak mau dirinya harus mengeluarkan biaya ekstra hanya untuk membayar biaya parkir.

Terpisah, Kepala Dishubinfokom Sukoharjo, Bamang W menyatakan praktik oknum Jukir yang menaikkan tarif parkir secara sepihak adalah melanggar aturan. Pasalnya, untuk tarif parkir sudah diatur dalam Perda Nomor 6 Tahun 2007 tentang Retribusi Tempat Khusus Parkir dan Perda Nomor 7 Tahun 2007 tentang Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum.

Hanya saja, Bambang mengatakan jika setiap tahunnya masalah tersebut muncul menjelang Lebaran. “Menaikkan tarif parkir saat menjelang Lebaran itu tidak diperbolehkan,” katanya. Pihaknya berjanji melakukan pengecekan. “Kalau memang benar, kami akan memberikan sanksi teguran kepada Jukir yang bersangkutan,” ujarnya. Murniati