JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Terbakar Cemburu, Pemuda Dua Desa Bentrok

Terbakar Cemburu, Pemuda Dua Desa Bentrok

569
ilustrasi
ilustrasi

KARANGANYAR—Diduga karena terbakar rasa cemburu, pemuda di dua desa di Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar yakni Desa Krendowahono dan Desa Dayu terlibat bentrok, Minggu (11/8) malam. Kejadian ini menyebabkan seorang korban dari Desa Krendowahono bernama Saliyo (18) dan harus dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan.

Informasi yang diperoleh Joglosemar, bentrok bermula ketika Saliyo berniat menyaksikan kesenian campursari di daerah Kalijambe, Sragen. Saat menyaksikan campursari yang digelar Minggu (11/8) siang itu, Saliyo mengajak seorang perempuan. Ternyata perempuan yang diajak Saliyo tersebut sudah memiliki pacar berinisial SN yang merupakan warga Desa Dayu.

Mendapati pacarnya bersama dengan orang lain, SN pun naik pitam dan berniat mengajaknya pulang. Adu mulut keduanya pun tak terhindarkan. Karena tidak ada yang mengalah, akhirnya perkelahian antara keduanya pecah. Menurut Camat Gondangrejo, Suhardi, setelah terjadi perkelahian, Saliyo mendatangi rumah SN. Ia datang bersama dengan sejumlah temannya. Kedatangan mereka bukan sebagai aksi balas dendam, melainkan ingin meminta maaf.

“Terjadi salah paham antarkedua kelompok pemuda. Sebenarnya Saliyo ingin minta maaf, tapi SN dan warga setempat terlanjur emosi, akhirnya perkelahian pun tidak terhindarkan. Ini perkelahian antarkelompok pemuda, bukan antarwarga,” tutur Suhardi, Senin (12/8). Akibat kejadian ini, Saliyo mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Brayat Minulyo, Solo.

Guna mencegah meluasnya aksi tawuran, sejumlah aparat kepolisian pun disiagakan di lokasi kejadian. Tidak hanya itu, pertemuan Muspika Kecamatan Gondangrejo pun sempat digelar guna mendinginkan suasana. Pertemuan Muspika dipimpin langsung Kapolres Karanganyar AKBP Nazirwan Adji Wibowo. Dari hasil pertemuan, Muspika berkomitmen untuk menjaga kondusivitas. “Kita juga mengundang tokoh dari Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT), karena korban merupakan anggota dari PSHT,” tambah Suhardi.

Pihak kepolisian juga berjanji akan mengusut aksi tawuran itu dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi. “Kita akan lakukan penyelidikan dan meminta keterangan sejumlah saksi,” terang Kapolres AKBP Nazirwan Adji Wibowo melalui Kasat Reskrim, AKP Agus Sulistiyanto. Ari Purnomo

BAGIKAN