Terkait Sampah Medis, Komisi IV Sidak Alat Insenerator RSUD

Terkait Sampah Medis, Komisi IV Sidak Alat Insenerator RSUD

385
SIDAK- Komisi IV DPRD Sukoharjo melakukan sidak ke RSUD untuk mengecek insenerator, Rabu (28/8). Joglosemar|Murniati
SIDAK- Komisi IV DPRD Sukoharjo melakukan sidak ke RSUD untuk mengecek insenerator, Rabu (28/8). Joglosemar|Murniati

SUKOHARJO- Komisi IV DPRD Sukoharjo mengelar inspeksi mendadak (Sidak) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sukoharjo terkait kelayakan alat pemusnah sampah medis rumah sakit (insenerator), Rabu (28/8). Hal ini dilakukan akibat maraknya pembuangan sampah milik rumah sakit yang dibuang di saluran irigasi.

Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan RSUD Sukoharjo, Adiati Asriningrum mengatakan selama rusak pihaknya menumpuk semua sampah ke salah satu ruangan sehingga tidak keluar dari lingkungan RS. “Alat insenerator sempat mengalami kerusakan dalam waktu jangka waktu lama dan sekarang sudah bisa difungsikan. Kami memastikan jika limbah medis yang ditemukan di saluran irigasi itu bukan berasal dari RSUD,” ujar Adiati dihadapkan Komisi IV.

Ditegaskan Adiati, penegasan itu didasarkan pada sistem pengelolaan limbah baik padat maupun cair. Khusus padat, pihak RS milik Pemkab itu sudah memiliki insenerator. Sedangkan untuk limbah cair dikelola dan ditampung di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Kepala Instalasi Sanitasi RSUD Sukoharjo, Arif Isnur Sasongko menambahkan, sejak 15 April lalu alat pemusnah limbah medis mengalami kerusakan. Datanya menyebutkan jika setiap hari operasional dan pelayanan RSUD menghasilkan limbah medis padat sekitar 13-14 kantong plastik atau 30 kilogram per hari. Lantaran rusak sekitar empat bulan, maka limbah itu ditumpuk dan ditutup dengan terpal untuk menjaga akar tidak keluar dari RSUD.

“Jadi kami pastikan sampah medis milik RSUD tidak akan sampai keluar dan dibuang di saluran irigasi,” jelasnya.

Menurut Arif, untuk memusnahkan 30 kilogram limbah medis dibutuhkan waktu selama 45 menit. Namun, pihaknya tidak bisa setiap hari mengoperasikan insenerator. “Pemusnahan dilakukan per dua hari sekali pada sore hari. Ya karena satu hari untuk pemusnahan dan satu hari menunggu abu dingin untuk dikeluarkan,” ujarnya.

Anggota Komisi IV DPRD Sukoharjo, M Samrodin mengatakan RSUD kemungkinan besar bukan oknum yang membuang limbah medis ke saluran irigasi. Oleh karena itu, pihaknya meminta dinas terkait untuk melakukan inventarisasi rumah sakit, rumah bersalin, Puskesmas di Sukoharjo.

“Harus mulai ditelusuri dari RS yang ada di Sukoharjo. Kami harap Dinas Kesehatan Kota (DKK) segera menelusuri masalah itu,” kata Sekretaris Komisi IV Sri Marjono dan Anggotanya Suharsi menambahkan. Murniati

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR