Tertipu Pembeli, Makelar Motor Gantung Diri

Tertipu Pembeli, Makelar Motor Gantung Diri

426
Ilustrasi
Ilustrasi

SRAGEN—Warga Kampung Ngledok RT 2 RW X, Sragen Tengah, Sragen digegerkan dengan insiden tewasnya seorang warga setempat, Zakaria Efendi (46), yang ditemukan gantung diri, Selasa (27/8) dini hari pukul 01.00 WIB. Diduga kuat, aksi nekat itu dilakukan karena korban tak tahan dililit utang setelah ditipu oleh calon pembelinya.

Jasad korban ditemukan tak bernyawa dalam posisi tergantung di kayu usuk kamar tidur di rumahnya. Jasadnya pertama kali ditemukan ibunya, Sriyani (68) sekitar pukul 05.00 WIB. Saat ditemukan, kondisinya sudah tewas menggantung dengan tali senar warna biru.

Kapolres Sragen, AKBP Dhani Hernando melalui Kasubag Humas, AKP Sri Wahyuni membenarkan adanya insiden gantung diri tersebut. Sementara, Kapolsek Sragen, AKP Parlan mengungkapkan hasil pemeriksaan petugas puskesmas setempat, korban diduga meninggal sekitar 4-5 jam setelah ditemukan. Diperkirakan korban nekat mengakhiri hidup sekitar pukul 01.00 WIB-02.00 WIB.

Baca Juga :  Baru Bebas Empat Bulan, Warga Nusukan Kembali Ditangkap Karena Simpan Sabu di Indekos

“Tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Kondisi korban saat ditemukan seperti ciri-ciri orang gantung diri. Menurut pihak keluarga korban pernah mengalami depresi. Hal itu diduga memicu aksi nekat Pendi mengakhiri hidup,” ujar AKP Parlan.

Sementara menurut keterangan kerabat dan saksi, AKP Parlan mengungkapkan korban diduga nekat gantung diri karena depresi hebat. Bahkan, beberapa kerabatnya juga menyampaikan, sebelumnya korban sudah beberapa kali keluar masuk rumah sakit dan menjalani pengobatan karena gangguan kejiwaan yang menderanya. “Kalau informasinya dia memang pernah menjadi makelar sepeda motor,” jelasnya.

Beberapa rekan seprofesi korban juga menuturkan korban sempat lama berkecimpung di dunia makelaran sepeda motor. Namun, ia juga beberapa kali tersandung musibah tertipu calon pembelinya hingga angka Rp 35 juta-Rp 50 juta belum lama ini. Akibatnya, korban banyak dililit hutang dan sejak saat itu, ia kemudian berubah perangai menjadi lebih murung dan mengarah pada gangguan jiwa.

Baca Juga :  Baru Bebas Empat Bulan, Warga Nusukan Kembali Ditangkap Karena Simpan Sabu di Indekos

Korban juga sering mendapat perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Solo. Saat kejadian korban tidur seorang diri. Istri korban, Wahyuni menginap di rumah orangtuanya di wilayah lain. Wahyuni tidur di rumah orang tuanya sejak Minggu (25/8). Perempuan yang membuka lapak di sekitar pabrik rokok Aroma Sukowati di Pasar Nglangon itu terpaksa menginap di rumah orangtuanya karena harus berjualan pagi hari. Wardoyo

BAGIKAN