Tiga Minimarket Terancam Disegel Satpol PP

Tiga Minimarket Terancam Disegel Satpol PP

305
TAK BERIZIN-Minimarket di Jalan Perintis Kemerdekaan lingkar selatan Boyolali Kota, dinilai belum mengantongi izin operasional dari Disperindag Boyolali. Satpol PP Boyolali melayangkan surat peringatan ke sejumlah minimarket yang tidak mengantongi izin operasional, Rabu 928/8). Joglosemar|Ario Bhawono
TAK BERIZIN-Minimarket di Jalan Perintis Kemerdekaan lingkar selatan Boyolali Kota, dinilai belum mengantongi izin operasional dari Disperindag Boyolali. Satpol PP Boyolali melayangkan surat peringatan ke sejumlah minimarket yang tidak mengantongi izin operasional, Rabu 928/8). Joglosemar|Ario Bhawono

BOYOLALI – Lantaran dinilai belum mengantongi izin atau rekomendasi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Boyolali, tiga minimarket mendapatkan surat peringatan dari Satpol PP. Dua di antaranya bahkan terancam disegel dan ditutup oleh petugas.

Kepala Satpol PP Boyolali, Bony Facio Bandung mengungkapkan, tiga minimarket tersebut masing-masing berada di Jalan Perintis Kemerdekaan lingkar selatan Kota Boyolali, Subterminal Bangak Banyudono, dan Desa Tegalrayung Kecamatan Simo. Dijelaskannya, ketiga minimarket tersebut bermasalah dengan perizinan. “Ketiga minimarket ini belum mengantongi ijin operasional dari Disperindag,” ungkap Bony, Rabu (28/8).

Baca Juga :  Universitas Boyolali Bagikan Bibit Pohon Produktif

Bony mengatakan pihaknya sudah melayangkan surat peringatan ke masing-masing manajemen minimarket tersebut. Dalam surat itu, pihaknya mendesak agar manajemen segera melengkapi persyaratan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Hanya saja surat peringatan tersebut ternyata terkesan diabaikan oleh pihak manajemen minimarket itu.

Ia juga menerangkan, satu dari minimarket tersebut, yakni yang berada di Subterminal Bangak, sudah memproses penyelesaian kelengkapan perizinan yang dimaksud. Hanya saja dua lainnya sampai saat ini belum memproses izin itu. Terkait ini pihaknya sudah melayangkan surat peringatan ketiga bagi dua minimarket tersebut. Bony mengatakan, pihaknya memberikan tenggat waktu hingga Rabu (28/8) hari ini kepada manajemen untuk menanggapi surat tersebut.

Baca Juga :  Universitas Boyolali Bagikan Bibit Pohon Produktif

Menurut Bony, jika sampai tenggat waktu habis dan tidak ada tanggapan, maka pihaknya terpaksa melakukan penertiban khususnya bagi dua minimarket yang berada di Jalan perintis maupun di Simo. Penertiban yang dimaksud bisa sampai ke penyegelan toko supaya operasionalnya dapat dihentikan hingga kelengkapan izin terpenuhi. “Kalau tidak ada tanggapan dan perizinan tidak dilengkapi, terpaksa kami menyegel atau menutup operasional kedua minimarket tersebut sampai izinnya lengkap,” tegas Bony. Ario Bhawono

BAGIKAN