JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Toko Emas Ragil Sragen Dibobol

Toko Emas Ragil Sragen Dibobol

1232
BAGIKAN

Bawa Gelandangan dan Nyamar Pembeli

ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN—Modus kejahatan dengan sasaran toko emas semakin berkembang. Minggu (25/8) siang kemarin pukul 12.30 WIB, toko emas terbesar di Sragen, Toko Emas Ragil menjadi sasaran pelaku yang kali ini menyamar sebagai pembeli. Pelaku yang beraksi sendirian sukses menggasak sedikitnya 46 gram emas 24 karat senilai lebih dari Rp 25 juta. Diduga pelaku juga membawa senjata api meski tak sempat menggunakannya.

Uniknya, untuk mengelabui karyawan toko emas, pelaku berpura-pura mengantarkan ibunya yang ingin membeli emas. Namun, setelah diusut, ternyata perempuan tua yang kemudian ditangkap polisi itu diketahui hanya seorang gelandangan yang diseret paksa pelaku untuk dipakai kedok aksinya.

Menurut penuturan Suyatmi (50), pemilik Toko Emas Ragil, toko yang disatroni pelaku adalah toko emasnya yang ada di kios depan Pasar Kota di Jalan Raya Sukowati No 26. Kebetulan saat itu pengunjung tak begitu ramai dan tiga pelayan yang berjaga juga tidak begitu sibuk. Kios yang menjadi sasaran pelaku ini sebenarnya berseberangan dengan Pos Lantas Polres Sragen. “Siang itu saya lagi halalbihalal ke Gemolong dan Bapak halalbihalal ke Kemuning (Karanganyar). Yang jaga tiga karyawan saya. Tapi sejak pagi, waktu saya ikut jaga di kios dekat Meteor, orang itu memang sudah mondar-mandir dan tanya-tanya harga emas yang paling bagus dan mahal,” ujarnya kepada Joglosemar.

Menurutnya, waktu di kios Ragil dekat Meteor pelaku hanya sendirian dan tak sempat menawar karena di dekat kios memang ada polisi yang bersiaga melakukan pengamanan. Rupanya, siang harinya, pelaku beralih sasaran ke kios Ragil depan yang tak dijaga polisi.

Sembari menenteng perempuan tua yang diakukan sebagai ibunya, pelaku meminta pelayan toko untuk menunjukkan kalung dan liontin yang paling bagus dan mahal. Sang pelayan yang salah satunya diketahui bernama Afriyani (32) tak curiga karena pelaku berakting sangat meyakinkan akan membeli.

Kemudian, pelayan mengeluarkan tiga untai kalung emas 24 karat yang beratnya mencapai 40 gram. Kemudian dua liontin terbaik seberat 7 gram juga disodorkan di atas meja. Untuk menambah keyakinan pelayan, pelaku juga sempat mengepaskan kalung ke leher perempuan tua yang dibawanya. Bahkan, pelaku sempat menawar satu pasang kalung dan liontin dengan harga sangat tipis yakni menawar Rp 8,4 juta dari harga yang dipatok Rp 8,5 juta.

Begitu karyawan menyiapkan kertas untuk mencatat harga, pelaku dengan cepat men-starter motornya dan amblas sambil menggasak semua emas yang ada di atas meja. Bersamaan dengan itu, perempuan tua yang diajaknya juga kabur namun ia lari karena ditinggal pelaku. Karena kejadian berlangsung cepat dan kebetulan tak banyak orang di sekitarnya, pelaku berhasil kabur tanpa bisa terkejar.

“Karyawan saya sempat teriak maling tapi ndelalahe, lampu bangjo-nya juga pas nyala hijau. Pelakunya masih muda, pakai sepeda motor Yamaha Vega warna hitam pelat H. Dia pakai helm tertutup dan jaket. Anehnya, perempuan tua itu juga ikut lari tapi kemudian ditangkap. Dia kayaknya gelandangan penjaga WC yang dipaksa diajak untuk kedok,” urainya.

Kapolres Sragen, AKBP Dhani Hernando melalui Kasubag Humas, AKP Sri Wahyuni membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya mengatakan sudah memeriksa beberapa saksi baik dari karyawan yang saat itu bertugas dan beberapa saksi mata termasuk perempuan tua yang dipakai kedok oleh pelaku.

Saat ini perempuan tua itu sudah diamankan di Mapolres untuk penyelidikan lebih lanjut. Mengenai indikasi peran dan keterlibatannya dalam aksi itu, menurutnya, masih dalam pengembangan. “Pelaku terdeteksi berusia sekitar 40 tahun, rambut pendek, dan tingginya sekitar 165 cm. Kami juga terus melacak petunjuk yang bisa mengarah pada jejak pelaku. Kami imbau pelayan juga waspada dengan pengunjung yang mencurigakan,” urainya. Wardoyo