Truk Muatan Besi 24 Ton Terguling

Truk Muatan Besi 24 Ton Terguling

587
EVAKUASI-Sebuah  crane membantu proses evakuasi potongan-potongan pelat besi yang berada di bak truk yang terguling, Jumat (30/8). Pelat besi langsung dipindahkan ke truk lainnya dan dibawa ke lokasi proyek. Joglosemar | Eko Sudarsono
EVAKUASI-Sebuah crane membantu proses evakuasi potongan-potongan pelat besi yang berada di bak truk yang terguling, Jumat (30/8). Pelat besi langsung dipindahkan ke truk lainnya dan dibawa ke lokasi proyek. Joglosemar | Eko Sudarsono

WONOGIRI-Sebuah truk Hino D 8540 BK bermuatan pelat besi kerangka jembatan seberat 24 ton terguling di wilayah Dusun Manggis, Desa Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo, Kamis (29/8) sore. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun kondisi tersebut sempat membuat arus lalu lintas tersendat.

Informasi yang diterima menyebutkan, tergulingnya truk bermula ketika truk mengurangi kecepatan karena akibat di depannya ada sepeda motor yang berjalan melambat. Gigi persneling pun dimasukkan ke gigi yang lebih rendah, namun mesin truk tidak kuat karena jalan cenderung menanjak dan pengereman tiba-tiba.

“Sebenarnya dari arah utara (Ngadirojo), truk sudah ancang-ancang saat berjalan di jalan menurun dengan harapan truk akan kuat menanjak lagi. Tetapi ada satu sepeda motor yang berjalan lambat. Truk yang kurang menengah pun akhirnya agak menepi dan terperosok ke area sawah di sisi kiri jalan,” jelas Kapolsek Ngadirojo, AKP Dhofari.

Dari keterangan sopir, Subhan (58) warga Tumpang Krisak, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus Jateng, truk baru satu kali mengangkut besi-besi untuk bakal jembatan Gedong. Muatan sebanyak 24 ton terdiri atas 44 batang besi berbagai ukuran dan bentuk.

“Baru kali ini dan berangkat dari Jakarta. Satu batang pelat ada yang beratnya satu ton 300 kilogram. Yang paling kecil beratnya satu batang 250 kilogram,” kata dia.

Baik sopir dan kernet dalam keadaan baik, hanya saja bagian depan truk rusak dan kaca pecah karena sempat tertabrak tiang listrik. Proses evakuasi masih berlangsung akibat beratnya muatan truk. Eko Sudarsono

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR