UMS Gagal Dapatkan Air Luweng di Petirsari

UMS Gagal Dapatkan Air Luweng di Petirsari

510
DIBUKA-Luweng Ngapak di Dusun Pomahan, Desa Petirsari, Kecamatan Pracimantoro dibuka warga April tahun lalu. Awalnya diprediksi terdapat sumber air. Namun, ketika ditelusuri sumber air tidak ada sama sekali. Foto diambil akhir pekan lalu. Joglosemar | Eko Sudarsono.
DIBUKA-Luweng Ngapak di Dusun Pomahan, Desa Petirsari, Kecamatan Pracimantoro dibuka warga April tahun lalu. Awalnya diprediksi terdapat sumber air. Namun, ketika ditelusuri sumber air tidak ada sama sekali. Foto diambil akhir pekan lalu. Joglosemar | Eko Sudarsono.

WONOGIRI-Keberadaan Luweng Ngapak di Dusun Pomahan, Desa Petirsari, Kecamatan Paracimantoro nampaknya tidak bisa dijadikan sumber air bagi warga. Pasalnya, ketika luweng ditelusuri oleh tim Muhammadiyah Surakarta (UMS) ternyata tidak ada sumber mata air didalam.

Tokoh masyarakat setempat, Sutarman menagatakan keberadaan luweng didesa diharapkan bisa dimanfaatkan sebagai sumber air. Untuk memastikan apakah luweng terdapat sumber airnya atau tidak perlu dilakukan penelusuran langsung didalam. Oleh tim UMS melakukan penelusuran dikedalaman 600 meter didalam lubang vuweng vertikal hingga 150 meter beberapa bulan lalu.

Baca Juga :  Koramil Pracimantoro Bangun Kamar Mandi untuk Warga Kurang Mampu

“Hasilnya bagian dalam luweng ternyata lebar dan cukup untuk dua mobil yang bersimpangan. Didalam tidak ada sumber airnya,” ujar Sutarman, Minggu (25/8).

Dikatakan Sutarman, luweng di Petirsari sudah ada sejak 1971 ini sering mengelurkan kabut didalamnya. Tanda tersebut oleh warga diyakini luweng terdapat banyak sumber. Tetapi ketika diteliti pihak UMS ternyata tidak ada mata air didalanya. Dengan ini harapan warga mendapatkan sumber air bersih di musim kemarau gagal.

Kabid Geologi Air Tanah dan Energi Dinas Pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral, Eko Septaningsih mengatakan pengecekan ke luweng tahun lalu memang ada tanda air di sana. Yakni dengan munculnya kabut dari dalam luweng.

Baca Juga :  Alat Tangkap Ikan Ini Akan Dimusnahkan dari Waduk Gajah Mungkur

“Hanya saja di kedalaman berapa tidak bisa diketahui. Adanya kabut dimungkinkan ada alliran sungai bawah tanah. Kalau memang ada bisa diusulkan airnya untuk diangkat,” jelasnya.

Sebelumnya, terdapat sekitar 88 luweng di Wonogiri yang tersebar di tiga kecamatan. Luweng ini ada karena rembesan air yang masuk ke tanah melalui proses ratusan bahkan jutaan tahun di wilayah berkars. Eko Sudarsono

BAGIKAN