JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Underpass Purwosari, Penarik Becak Minta Jalur Khusus

Underpass Purwosari, Penarik Becak Minta Jalur Khusus

851
BAGIKAN
MINTA DIBUATKAN JALUR KHUSUS--Seorang pengemudi becak melintas di perlintasan kereta api di kawasan Purwosari, Solo, Rabu (21/8). Terkait rencana akan dibangunnya underpass di perlintasan kereta api tersebut, sejumlah pengemudi becak meminta dibuatkan jalur khusus untuk becak agar mereka tidak merasa berat saat mengemudikan becaknya di underpass tersebut. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
MINTA DIBUATKAN JALUR KHUSUS–Seorang pengemudi becak melintas di perlintasan kereta api di kawasan Purwosari, Solo, Rabu (21/8). Terkait rencana akan dibangunnya underpass di perlintasan kereta api tersebut, sejumlah pengemudi becak meminta dibuatkan jalur khusus untuk becak agar mereka tidak merasa berat saat mengemudikan becaknya di underpass tersebut. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

LAWEYAN– Rencana pembangunan underpass Purwosari mendapat sambutan beragam dari masyarakat. Setelah sebelumnya para pengendara motor maupun mobil mendukung langkah Dishubkominfo Kota Surakarta, kini para penarik becak berharap adanya jalur khusus untuk mereka.

Koordinator Umum Forum Komunikasi Keluarga Becak (FKKB) Kota Surakarta,  yang mengaku mewakili 32 paguyuban becak itu, menyatakan tetap mendukung pembangunan underpass yang bertujuan mengurangi kemacetan di jalur padat itu. Hal itu agar mereka tetap dapat melintasinya tanpa kesulitan.

“Kami memperjuangkan penyediaan jalur khusus untuk becak dan sepeda onthel. Harapannya kedalaman underpass yang dibuat beda dengan jalur kendaraan bermotor, jangan terlalu dalam,” ujarnya, Rabu (21/8).

Di lain pihak, seorang pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan buah di sekitar kawasan itu, Sri Geyong (47), justru berharap pemerintah membangun jalan layang atau fly over. Dengan dibangun fly over, menurutnya PKL masih dapat menjajakan dagangannya di wilayah tersebut. “Kalau underpass, kanan kiri jalan pasti mati, tidak bisa buat jualan. Contohnya itu di underpass Makamhaji,” ujarnya.

Ditemui wartawan di kantornya, Kasi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) Dishubkominfo Kota Surakarta, M Usman mengatakan telah menerima masukan dari sejumlah penarik becak. Meski dalam maket underpass tersebut tidak direncanakan jalur khusus, pihaknya menjanjikan akan membuatkan jalur khusus yang memudahkan mereka. “Kami sudah terima dan nanti akan kami buatkan, untuk kedalaman juga akan kami buat tidak terlalu curam Kasihan kalau seperti di Makamhaji itu,” ujarnya.

Terkait usulan fly over, pihaknya mengungkapkan secara estetika hal itu akan menutup wajah Kota Solo dari kejauhan. Selain itu anggaran untuk pembangunan fly over terbilang lebih besar dibanding underpass. “Yang jelas kami butuh dukungan warga, agar bisa segera terealisasi mengingat anggarannya diambil dari APBN,” pungkasnya. Arief Setiyanto