JOGLOSEMAR.CO Daerah Jogja Vonis Terdakwa Cebongan 5 September

Vonis Terdakwa Cebongan 5 September

311
BAGIKAN

Ngaku Stres, Ucok Tak Butuh Tes Kejiwaan

Gangguan stres yang dialami Ucok bisa digali dari keterangan orang di sekelilingnya.

Sidang Anggota Kopassus
Sidang Anggota Kopassus

JOGJA- Tim kuasa hukum terdakwa penyerangan dan pembunuhan empat tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan menyatakan kliennya Sersan Dua Ucok Tigor Simbolon menjalani tes kejiwaan. Namun, hal itu dapat diketahui dari informasi orang-orang di sekitarnya mengenai perilakunya.

Ketua tim penasihan hukum 12 terdakwa anggota Kopassus, Kolonel (chk) Rokhmat saat membaca duplik di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta menganggap Oditur salah memahami keterangan saksi ahli psikologi soal kesimpulan  stress disorder harus oleh psikolog. Menurut dia, gangguan stres yang dialami Ucok bisa digali dari keterangan orang di sekelilingnya.

Tes psikologi tidak harus secara langsung, tapi bisa dilihat dari analisis cara dan alasan pelaku melakukan tindak pidana. Gangguan kejiwaan itu membuat Ucok bertindak tidak terkontrol sehingga menyerang dan menembak empat tahanan tersangka pembunuh anggota Kopassus. “Akibat penganiayaan dan pembunuhan rekannya itu, Ucok mengalami stress disorder, “ tegasnya.

Rokhmat mengakui, perbuatan terdakwa memang merampas nyawa orang lain. Tapi ada fakta unsur pemaaf karena terdakwa mengalami stress disorder. Dengan kesimpulan itu, penasihat hukum memohon majelis hakim untuk menerima duplik. Yaitu membebaskan terdakwa dari semua dakwaan dan tuntutan.

Meski Rokhmat mengakui terdakwa Ucok tidak bisa mengontrol dirinya, tapi dia mempertanyakan tuntutan Oditur yang meminta hakim selain menghukum juga memecat terdakwa dari TNI.  “Oditur tidak mempertimbangkan apakah mereka (terdakwa)  masih dibutuhkan oleh negara,” kata Rokhmat.

Majelis hakim yang dipimpin oleh Letnan Kolonel (chk) Joko Sasmito menyatakan sidang dengan acara vonis akan digelar 5 September mendatang. “Para terdakwa berdoa, ya. Semua pihak menyerahkan kepada majelis hakim supaya memutuskan  seadil-adilnya. Ini merupakan hal yang berat,” ujar Joko.

Serda Ucok Simbolon mengaku telah siap untuk menghadapi agenda vonis hakim yang akan dilaksanakan pada tanggal 5 September 2013. “Saya siap untuk menerima vonis yang diberikan majelis hakim,” katanya usai menjalani sidang.

Sementara itu, Sersan Dua Ucok yang diakui Rokhmat mengalami tekanan jiwa, dibiarkan berorasi di depan pendukung mereka seusai persidangan di depan gedung pengadilan. “Ini sangat luar biasa buat kami, ini merupakan dukungan yang tidak pernah kami duga,” kata Sersan Dua Ucok Tigor Simbolon didampingi 8 terdakwa lain.  Antara | Detik