JOGLOSEMAR.CO Hiburan Selebritis Waldjinah Diabadikan Nama Jalan

Waldjinah Diabadikan Nama Jalan

493
BAGIKAN

waldjinahMusik keroncong boleh jadi tidak digandrungi oleh kebanyakan masyarakat Indonesia. Tapi ternyata musik keroncong malah menjadi sebuah kebanggaan tersendiri di negeri orang. Salah satunya adalah di negara Suriname. Ternyata Waldjinah diabadikan menjadi nama jalan di salah satu perkampungan Jawa di salah satu negara yang terletak di Amerika Selatan.

Waldjinah menyebutkan jika dirinya baru mengetahui jika namanya dijadikan nama jalan saat  bertandang ke Suriname pada Minggu-Kamis (4-15/8) lalu. Waldjinah memang diminta oleh warga Suriname untuk memeriahkan konser 125 tahun orang Jawa di negeri tersebut. “Kaget juga tau kalau nama saya diabadikan nama jalan. Tapi seneng juga, mereka jadi selalu ingat saya. Padahal saya ini manggung ke sana baru tiga kali, tahun 1973, 1991 dan kemarin itu,” tuturnya, Selasa (20/8) di rumahnya, Mangkuyudan.

Disebutkan olehnya nama Jalan Waldjinah ada di perkampungan suku Jawa yang terletak puluhan kilometer dari ibukota Paramaribo. Pelantun Jangkrik Genggong ini mengaku tak tahu daerah mana. “Kemarin pas ke sana diajak ke perkampungan itu, ternyata ada yang memberitahu kalau ada jalan berdasar nama saya, ” jelasnya perempuan kelahiran tahun 1945.

Menurut Waldjinah, pengabadian namanya tersebut tak terlepas dari dedikasi dan pengenalannya pada musik keroncong di Suriname. Menurut pendapat orang Suriname, Waldjinah adalah generasi pertama yang menghibur masyarakat Suriname dengan musik keroncongnya. “Mereka jadi tau musik keroncong dan musik bahasa Jawa. Jadi tali keturunan kan terasa tidak terputus, ” jelasnya.

Selain kaget dengan pengabadian namanya, perempuan yang kerap menyanyi di Istana Negara ini juga merasa tersanjung sekaligus bangga saat melepas waktu Lebaran di negara bekas jajahan Belanda tersebut. Meski hanya sekali tampil menghibur, Waldjinah tetap dielu-elukan warga Suriname.

Seperti saat ia menyambangi tugu peringatan pertama kali orang Jawa menginjak tanah di Suriname. Menggunakan kursi roda, Waldjinah menjadi daya tarik bagi orang Jawa yang bertandang ke tugu tersebut. “Saat Lebaran kemarin, semua orang Jawa itu kumpul jadi satu di tugu peringatan. Kebetulan, saya diajak jalan-jalan ke tempat itu. Banyak yang minta foto bareng, dari yang muda sampe tua, ” ungkapnya.

Meski usianya sudah uzur, Waldjinah tetap bersedia untuk kembali pentas di Suriname. Rencananya nanti pada bulan Desember akan diundang ke sana lagi. “Mereka sudah mengundang, tapi nanti dilihat dulu kesehatan saya, “ tuturnya. Cisilia Perwita S