JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Nasional Warga Bentrok dengan FPI, 3 Luka-luka

Warga Bentrok dengan FPI, 3 Luka-luka

444
ilustrasi
ilustrasi

LAMONGAN—Polisi mengamankan sedikitnya 42 orang seusai bentrok antara warga dengan massa yang diduga anggota Front Pembela Islam (FPI) di Dengok, Kelurahan Blimbing, Paciran, Lamongan, Jawa Timur, Senin (12/8) dini hari. Tiga orang mengalami luka-luka dan dua motor dibakar akibat bentrok tersebut.

FPI Jawa Timur mengonfirmasi organisasinya tidak terlibat dalam bentrok tersebut karena FPI Lamongan sudah dua tahun dibekukan. FPI Jatim menduga bentrok terjadi antara dua perguruan silat.

Sementara Kapolda Jatim, Irjen Pol Unggung Cahyono, menyebut bentrok terjadi antara anggota FPI dan warga. “Pemicu bentrok itu terjadi saat sejumlah anggota FPI mendatangi tempat persewaan playstation pada malam takbiran lalu, dan terjadi bentrok dengan sejumlah warga,” katanya.

Mengutip Tempo.co, Kamis (8/8) dini hari sejumlah orang diduga anggota FPI mendatangi tempat penyewaan play station di Dengok untuk menanyakan orang yang telah meludahi rekan mereka, perkelahian pun terjadi. Pada Minggu (11/8), giliran warga mendatangi markas FPI di Gowa untuk meminta pertanggungjawaban. Karena tidak bertemu anggota FPI, warga menganiaya Ryan (20) dan  Sundari (30)  istri anggota FPI.

Kemudian pada Senin (12/8), puluhan orang diduga anggota FPI mencari penganiaya Sundari menuju rumah Muklis di Dengok. Pelaku merusak kaca rumah, TV, dan enam sepeda motor. Para pelaku bergeser ke Jalan Daendels, mereka melakukan sweeping dan menganiaya Hamzah Soleh (18).

Kepala Polres Lamongan, AKBP Solehan, mengatakan pihaknya mengamankan barang bukti berupa, 9 samurai, 14 golok, 4 celurit, 4 sangkur, 7 pisau, 1 selang dan 5 batang kayu. Solehan mengaku pihaknya belum menetapkan tersangka terkait bentrok yang terjadi tersebut.

Solehan memaparkan telah mengamankan 42 anggota FPI untuk pemeriksaan. Selain mengamankan puluhan anggota FPI, petugas juga mengamankan warga. Seorang warga yang diamankan adalah Muklis (45). Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Hasran mengatakan, Muklis diamankan untuk dimintai keterangan terkait kasus pemukulan dan pengeroyokan.

Dibekukan

Sementara itu, FPI menyangkal anggotanya terlibat bentrokan dengan warga di Lamongan, Jawa Timur. Mereka menyatakan bentrokan ini terjadi akibat keributan antara dua perguruan silat.  “Ini bentrokan antara dua perguruan silat di kawasan itu,” kata Sekretaris DPD FPI Jawa Timur, Haerudin.

Haerudin mengatakan, DPD FPI Jawa Timur sudah membekukan DPW FPI di Lamongan dua tahun yang lalu. Pembekuan ini dilakukan karena FPI Lamongan sudah tidak sejalan lagi dengan FPI pusat. “Karena ada pelanggaran AD/ART organisasi makanya kita bekukan,” katanya.

Pada bagian lain, salah seorang korban pembacokan, Ryan (17) diduga korban salah sasaran. “Mungkin salah sasaran. Anak saya mungkin dikira anggota FPI karena dulu memang pernah bekerja di rumah salah seorang anggota FPI,” imbuh Muniroh, ibu korban.  Antara | Detik

BAGIKAN