Waspadai Mers-CoV Saat Umroh dan Haji

Waspadai Mers-CoV Saat Umroh dan Haji

518

Mers-CoVMusim haji segera tiba dan jutaan umat muslim dari berbagai penjuru dunia akan datang ke tanah suci untuk melaksanakan rukun islam kelima tersebut. Tentunya, banyaknya orang yang berkumpul di tanah suci akan membawa risiko tersendiri  terhadap penyebaran berbagai penyakit. Termasuk penyakit yang baru-baru ini banyak dibicarakan di Negara Arab Saudi. Informasi terbaru menyebutkan di Negara tersebut saat ini terdapat penyebaran Middle East Resviratory Syndrome Corona Virus (Mers-CoV).

Dokter Umum Rumah Sakit Islam Surakarta (RSIS) Yarsis, Dr. Lucky Taufika Y menjelaskan, virus ini menyerang paru-paru dan pertama kali ditemukan di Arab Saudi dan sejumlah negara lain di wilayah Timur Tengah. Namun sebelumnya penyakit ini juga pernah ditemukan di luar Timur Tengah seperti di Negara Perancis, Jerman, Tunisia dan Inggris. “Virus ini pertama kali memang ditemukan di Negara Timur Tengah. Tapi beberapa negara juga pernah ada virus ini,” katanya.

Dia menjelaskan, penyebaran penyakit ini sudah menjadi pandemic di Negara-negara Timur Tengah. Organisasi kesehatan dunia,WHO sudah mengeluarkan Travel Advisory bagi orang-orang yang menuju ke Arab Saudi. Orang yang akan pergi ke Arab harus berhati-hati supaya tidak terpapar virus tersebut. “Memang WHO masih mengizinkan kunjungan ke sana, belum mengeluarkan travel warning hanya travel advisory saja,” jelasnya.

Ia mengatakan bagi mereka  terutama yang memiliki penyakit kronis dan daya imun rendah sebaiknya berhati-hati ketika mengunjungi Negara Arab Saudi. Terutama bagi mereka yang melaksanakan ibadah Umroh ataupun Haji. Sebab, mereka yang terdapat riwayat kontak dengan menderita Mers-CoV kemungkinan besar tertular penyakit ini. “Meskipun tidak ke Timur Tengah, tetapi ada riwayat kontak dengan penderita, maka virus ini juga bisa menular,” jelasnya.

Dia menjelaskan, beberapa orang yang kemungkinan besar tertular virus ini antara lain mereka yang melaksanakan Umroh ataupun Haji. Selain itu, penyedia jasa layanan perjalanan ke Timur Tengah juga kemungkinan bisa terpapar virus ini.  Meskipun belum ada bukti empiris tentang penularan penyakit ini, namun Lucky menjelas penularan bisa terjadi melalui droplet atau percikan air ludah dari penderita Mers-CoV. Selain itu, lingkungan yang sudah terkontaminasi juga bisa menularkan penyakit ini. Penularan juga bisa melalui sentuhan mata, hidung, mulut dengan tangan orang yang sudah terpapar penyakit ini. “Penularan kemungkinan bisa melalui droplet atau cairan tubuh,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, meskipun ancaman Mers-CoV ini belum seperti penyakit SARS, tetapi sebaiknya calon jemaah haji ataupun umroh berhati-hati. Beberapa hal untuk mencegah penyakit ini antara lain dengan membatasi kontak dengan jemaah lain, terutama dengan jemaah yang berasal dari Negara lain. Selain itu, sebaiknya gunakan masker selama melakukan aktivitas di tanah suci. “Untuk menghindari penularan sebaiknya batasi kontak dan selalu memakai masker,” ungkapnya.

Selain itu untuk mengantisipasi tertular dari penyakit ini, sebaiknya jemaah waspada jika merasakan ada gejala sakit pada saluran nafas, demam, batuk pilek, sesak nafas, dan berlangsung selama empat hari setelah pulang dari tanah suci. Jika menemukan gejala itu, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter atau sarana kesehatan terdekat. “Jika merasakan gejala itu,sebaiknya segera memeriksakan diri,” katanya. Dia menjelaskan, kewaspadaan terhadap penyebaran virus ini perlu dilakukan sebab, hingga saat ini belum ditemukan obat ataupun vaksin untuk mencegah penyebaran virus ini.

Menurutnya penyakit Mers-CoV ini akan lebih mudah menyerang mereka yang memiliki penyakit kronis seperti Diabetes Melitus (DM), Hipertensi dan mereka yang menderita Imunodefisiensi. Oleh karena itu, saat dilakukan screening oleh petugas kesehatan sebelum menjalankan ibadah umroh ataupun haji,sebaiknya jemaah jujur menjawab pertanyaan yang diajukan petugas kesehatan. “Dengan jujur menjawab pertanyaan maka akan memudahkan petugas memberikan perlindungan kepada calon jemaah saat berada di tanah suci nanti,” katanya lagi. Tri Sulistiyani

BAGIKAN