Waspadai Nyeri dan Kram Otot Saat Perjalanan Mudik

Waspadai Nyeri dan Kram Otot Saat Perjalanan Mudik

312
Dr Sondang Rexano, SpKFR -- Spesialis kedokteran fisik dan Rehabilitasi, Rumah Sakit Kasih Ibu Surakarta.
Dr Sondang Rexano, SpKFR — Spesialis kedokteran fisik dan Rehabilitasi, Rumah Sakit Kasih Ibu Surakarta.

Budaya mudik di Indonesia tentunya punya konsekuensi tersendiri. Risiko lelah ketika menempuh perjalanan yang cukup jauh tentunya sudah menjadi beban tersendiri bagi pemudik. Oleh karena itu, kondisi kesehatan yang prima dibutuhkan untuk melakukan perjalanan mudik ini. Kondisi fisik yang prima tidak hanya harus dipersiapkan oleh yang mudik dari jauh, mudik dalam jarak dekat juga membutuh kondisi yang prima. Karena sering kali pasca mudik akan timbul beberapa permasalahan kesehatan.

Spesialis kedokteran fisik dan Rehabilitasi, Rumah Sakit Kasih Ibu Surakarta, Dr Sondang Rexano, SpKFR menjelaskan, saat harus meninggalkan rumah untuk berkunjung ke tempat saudara maupun untuk berwisata sering kali kita menghadapi jalanan yang macet. Kondisi jalan yang macet, lalu lintas yang tersendat tersebut menyebabkan timbulnya ketegangan dan kelelahan. Tidak hanya sang pengemudi tetapi juga oleh seluruh penumpang yang ikut serta. “Tidak heran kemudian sering muncul keluhan pegal dan rasa nyeri di leher, bahu, punggung, lutut dan juga kaki,” terang dia.

Rasa capek yang dirasakan oleh orang yang berjalan kaki lama dan jauh, atau mengendarai mobil atau sepeda motor sebenar sama saja dengan rasa capek yang dirasakan oleh orang yang cuma duduk diam terpaku di dalam kendaraan selama berjam-jam. Walaupun sebenarnya kondisi mereka tidak aktif. Hal ini dikarenakan otot mengalami beban berat yang melampaui batas daya tahan otot. Sehingga timbul rasa nyeri dikarenakan otot mengalami kelelahan akibat terpaksa bekerja terus menerus. “Ini bisa menyebabkan kelelahan pada otot,” terang dia.

Dikatakannya, otot bisa bekerja dalam dua bentuk, yaitu kontraksi dinamis dan kontraksi statis. Kontraksi dinamis, contohnya gerakan tangan saat memindahkan benda, atau gerakan kaki saat berjalan, dalam hal ini terjadi pergerakan sendi. Sedangkan kontraksi statis contohnya saat kita mangangkat beban dalam kondisi diam,atau berada dalam situasi duduk lama, atau berdiri lama,menginjak atau menarik kopling terus menerus.  Otot dipaksa bekerja untuk bekerja lama dalam kondisi statis (diam).  Kondisi kelelahan otot inilah yang memicu timbulnya rasa pegal, kemeng atau nyeri di beberapa bagian tubuh kita. Lebih menyiksa lagi apabila acara Lebaran mengharuskan kita hilir mudik ke mana-mana. “Tentunya akan mengurangi rasa nyaman, bahkan dapat menghambat aktivitas berLebaran kita akibat terkena serangan nyeri otot,” terang dia.

Tentunya, pemudik tidak menginginkan kondisi tersebut menjadi berlarut-larut. Beristirahat cukup, tidur enam sampai  delapan jam per hari  setidaknya tiga hari sebelum saat Lebaran tiba, sedikit banyak bisa membantu memulihkan kondisi tubuh. Selain itu, makan makanan yang cukup gizi, baik kalori protein maupun mineral-vitamin. “Istirahat yang cukup ini sangat penting,” jelasnya.

Selain itu, biasakan melakukan senam ringan dan peregangan otot leher, bahu, lengan punggung dan kaki setiap pagi dan sore. Lakukan dengan gerakan senam standar yang sudah diajarkan di sekolah-sekolah sebelum berolahraga. Bila mengalami serangan nyeri otot, sebaiknya segera beristirahat, jangan terlalu memaksakan diri. “Berikan pijatan lembut pada daerah otot yang nyeri, ini akan sangat membantu untuk mengurangi nyeri,” jelasnya.

Untuk meredakan nyeri ini juga bisa dilakukan dengan memberikan kompres dingin pada area tubuh yang nyeri, bisa dilakukan selama lima sampai menit untuk mengurangi nyeri. Mandi atau berendam dengan air hangat, juga akan memberikan efek kesegaran pada tubuh yang mengalami penat atau capek berat. Apabila diperlukan bisa juga minum obat penghilang rasa nyeri yang sederhana. “Seperti Parasetamol boleh dilakukan pada malam hari sebelum tidur, dengan dosis yang dianjurkan,” paparnya.

Sementara dari asupan makanan, sebaiknya makan buah-buahan segar seperti jeruk, tomat segar atau pisang terutama selama periode bepergian Lebaran. Buah-buahan ini bermanfaat untuk mencukupi kebutuhan vitamin dan elektrolit yang berguna untuk kesehatan otot. Sebaiknya segera berhenti beraktivitas apabila nyeri otot semakin tak tertahankan untuk mencegah kejadian kram atau kejang otot. “Beristirahatlah secukupnya sampai rasa nyeri mereda,” paparnya. Tri Sulistiyani

 

BAGIKAN