Wawali dan Istri Dijatah Mobil Baru

Wawali dan Istri Dijatah Mobil Baru

240

Dianggarkan Rp 840 Juta di APBD Perubahan

Sebagai istri pejabat ada tugas dan kegiatan yang perlu dijalaninya.” Quatly Abdulkadir Alkatiri | Wakil Ketua Komisi III

ilustrasi
ilustrasi

KARANGASEM- Wakil Walikota (Wawali), Achmad Purnomo dan istrinya, Saraswati, bakal segera menikmati mobil dinas (mobdin) baru untuk mendukung kegiatannya. Sementara istri Walikota, Elizabeth Endang P, tak mendapat penggantian mobdin tahun ini.

“Pada pembahasan Rancangan APBD Perubaahn ini memang ada anggaran untuk pengadaan mobdin. Di antaranya untuk mobdin yang sudah 10 tahun terakhir ini belum ganti dan memang perlu peremajaan,” kata Wakil Ketua Komisi III, Quatly Abdulkadir Alkatiri, Kamis (22/8).

Quatly juga membenarkan adanya jatah mobdin untuk istri Wawali. Menurutnya, hal itu merupakan fasilitas yang wajar diterima sebagai istri pejabat. “Sebagai istri pejabat ada tugas dan kegiatan yang perlu dijalaninya. Seperti pembinaan PKK tingkat kota. Kalau mobdin istri Walikota kondisinya masih relatif bagus sehingga belum perlu pengadaan baru,” tambahnya.

Baca Juga :  Kedok Bandar Pil Koplo Asal Sragen Ini Terbongkar Gara-gara Kecelakaan di Jalan Raya Sukowati

Kendaraan Wawali itu nantinya harus memenuhi spesifikasi sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) 7 Tahun 2006 tentang Standardisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemerintah Daerah.
Dalam Permendagri itu disebutkan, wawali atau wakil bupati mendapat dua jenis mobdin. Untuk jenis sedan harus memiliki kapasitas mesin maksimal 2.200 cc, sedangkan jenis SUV (Sport Utility Vehicle) kapasitasnya 2.500 cc.

Terpisah, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Budi Yulistianto membenarkan, terdapat  anggaran sebesar Rp 840 juta untuk pengadaan mobdin di APBD Perubahan.
“Selain pengadaan mobdin Wawali dan istri Wawali, anggarannya juga dialokasikan untuk 17 unit mobil jenis pick up yang digunakan sebagai Tempat Pembuangan Sementara (TPS) mobile. Sebanyak 15 unit di antaranya untuk Dinas Kebersihan dan Pertamanan, satu unit untuk Dinas Tata Ruang Kota dan satu unit untuk Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Kawasan Wisata,” jelasnya.

Baca Juga :  Kisah Pelatih Paskibraka Kota Solo. Belajar dari Buku, Tegas Terapkan Kedisplinan

Pengadaan mobdin juga diarahkan untuk pejabat eselon II, mobil ambulans, sejumlah motor dinas, serta kendaraan pengganti yang dilelang beberapa waktu lalu. Dia memastikan, pengadaan mobdin untuk Pimpinan DPRD tidak dianggarkan tahun ini.

Ketua DPRD YF Sukasno mengatakan, realisasi mobdin keluaran Esemka tak dapat direalisasikan. Pasalnya,  perusahaan otomotif tersebut belum memenuhi sejumlah persyaratan peserta lelang. “Saya tetap akan upayakan untuk pakai Esemka. Namun dengan mekanisme yang tidak bertentangan dengan aturan,” ungkapnya. Dini Tri Winaryani

BAGIKAN