JOGLOSEMAR.CO Foto Wawali Tolak Mobil Baru

Wawali Tolak Mobil Baru

255
BAGIKAN

Walikota: Alihkan untuk TPS Mobile

Kalau Pak Wakil tidak mau dengan mobil yang baru kan bisa dialihkan ke TPS mobile itu sendiri yang lebih bermanfaat.” FX Hadi Rudyatmo | Walikota Surakarta

ilustrasi
ilustrasi

SOLO – Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo meminta agar alokasi anggaran penggadaan mobil dinas (mobdin) untuk Wakil Walikota (Wawali), Achmad Purnomo dan istri, dialihkan untuk pengadaan tempat pembuangan sampah (TPS) mobile. Hal itu mengingat Wawali menyatakan menolak pengadaan mobdin tersebut.

“Bisa dicoret atau bisa juga dialihkan ke yang lain. Kalau Pak Wakil tidak mau dengan mobil yang baru kan bisa dialihkan ke TPS mobile itu sendiri yang lebih bermanfaat. Wawali  menolak itu wajar,” terangnya saat ditemui di Taman Balekambang, Sabtu (24/8).

Bersama Wawali, Walikota yang akrab disapa Rudy ini menegaskan, dirinya tidak pernah mempersoalkan masalah mobil dinas. Saat ada peraturan untuk mengumpulkan mobil dinas, dirinya pun mengumpulkannya. Pihaknya juga tak pernah membicarakan masalah mobil.

Kan mobil yang ada ini masih layak, jadi kenapa harus diganti? “Mobdin itu bukan salah satu masalah bagi kita. Sebagai pemimpin rakyat, salah satu tugas pokoknya bukan untuk mendapat mobdin, tapi mengayomi warga,” ujar dia.

Menurut Rudy, pengalihan alokasi pengadaan mobdin ke TPS mobile sah-sah saja dan jadi tidak masalah. Apalagi saat ini masih dalam tahap pembahasan di kalangan DPRD dan masih bisa direvisi. Berbeda halnya kalau hal itu sudah ditetapkan atau di-gedok, baru itu harus menunggu pengajuan selanjutnya.

Rudy memaparkan, harga TPS mobile sekitar Rp 200 juta per unit. Pihaknya berencana membeli sebanyak 15 unit, meski harus dilakukan secara bertahap.

“Nanti tahap awal, dua kelurahan akan jadi pilot project, yaitu Gajahan dan Kepatihan. Jadi ke depannya masing-masing kecamatan ada satu TPS besar, tapi itu bawah tanah,” sambung dia.

Ia meyakinkan, keberadaan TPS mobile ini jelas akan sangat membantu mengatasi permasalahan terkait sampah karena disebar di masing-masing kelurahan. Setiap kelurahan, direncanakan disediakan dua TPS mobile, yaitu untuk menampung jenis sampah organik dan sampah non-organik.

“Pengalihan itu tidak menyalahi. Apalagi dari wawali itu tidak bersedia dengan mobil baru. Jadi kami itu ingin nguwongke wong khususnya penarik sampah yang mengambil sampah-sampah di tiap-tiap rumah,” kata dia.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Surakarta, Al Amin, menyatakan jika anggaran pengadaan mobdin Wawali dapat dialihkan ke mobile TPS mobile. “Apalagi pengalihan ini juga belum disahkan dalam anggaran APBD Perubahan 2013 masih tahap pembahasan,” pungkas dia. Ari Welianto