JOGLOSEMAR.CO Lifestyle Kesehatan Gejala dan Tanda Retinopati DM

Gejala dan Tanda Retinopati DM

339
BAGIKAN

TES KESEHATAN SOPIRsering terjadi kasus retinopati, namun penyakit mata satu ini jarang disadari pada tahap awalnya. Dokter spesialis Mata Rumah Sakit Islam Yarsis, dr Halida Wibawaty, SpM  menjelaskan, sebagian besar penderita retinopati DM, pada tahap awal tidak mengalami gejala penurunan penglihatan. “Pada tahap awal penurunan penglihatan ini memang kurang disadari oleh penderita,” ujarnya.
Dikatakannya, apabila telah terjadi kerusakan sawar darah retina, dapat ditemukan mikroaneurisma, eksudat lipid dan protein, edema, serta perdarahan intraretina. Selanjutnya penderita juga akan mengalami oklusi kapiler retina yang mengakibatkan  kegagalan perfusi di lapisan serabut saraf retina sehingga terjadi hambatan transportasi aksonal. Hambatan transportasi tersebut menimbulkan akumulasi debris akson yang tampak sebagai gambaran soft exudates  pada pemeriksaan oftalmoskopi. “Kelainan tersebut merupakan tanda retinopati DM nonproliferatif,” jelasnya.
Dijelaskannya, hipoksia akibat oklusi akan merangsang pembentukan pembuluh darah baru dan ini merupakan tanda patognomonik retinopati DM proliferatif.6. Kebutaan pada DM dapat terjadi akibat edema hebat pada makula, perdarahan masif intravitreous, atau ablasio retina traksional.
Ditambahkannya, terapi Retinopati DM dilakukan berdasarkan tingkat keparahan penyakit. Retinopati DM nonproliferatif derajat ringan hanya perlu dievaluasi setahun sekali. Penderita retinopati DM nonproliferatif derajat ringan hingga sedang tanpa edema makula yang nyata harus menjalani pemeriksaan rutin setiap enam sampai 12 bulan. “Retinopati DM nonproliferatif derajat ringan hingga sedang dengan edema makula signifikan memerlukan laser photocoagulation untuk mencegah perburukan,” ujarnya.
Setelah dilakukan laser photocoagulation, penderita perlu dievaluasi setiap dua hingga empat bulan. Penderita retinopati DM nonproliferatif derajat berat dianjurkan untuk menjalani panretinal laser photocoagulatio. Hal ini perlu dilakukan terutama bila penderita berisiko tinggi sehingga jika tidak dilakukan tindakan retinopati DM nonproliferatif bisa  menjadi retinopati DM proliferatif. Penderita retinopati jenis ini harus dievaluasi setiap tiga hingga empat bulan pascatindakan. Panretinal laser photocoagulation harus segera dilakukan pada penderita retinopati DM proliferatif. Tri Sulistiyani