JOGLOSEMAR.CO Sport BERAT SEBELAH

BERAT SEBELAH

393
BAGIKAN

Sergio Ramos menyebut kemenangan Barcelona atas Real Madrid sudah diatur bahkan sebelum pertandingan dimulai.

El ClasicoMADRID--Tiga penalti, satu kartu merah, dan hattrick dari Lionel Messi mewarnai El Clasico kali ini. Hasil akhir: Barcelona menang 4-3 atas Real Madrid.

Madrid sendiri tampil apik di babak pertama, di mana mereka membombardir pertahanan Barca lewat umpan silang. Madrid sempat unggul 2-1 di babak pertama, sebelum Messi akhirnya menyamakan kedudukan jadi 2-2.

Drama baru terjadi di babak kedua. Tiga buah penalti tercipta; satu buat Madrid, sementara dua lainnya buat Barca. Cristiano Ronaldo sukses mengeksekusi penalti untuk Madrid, sedangkan Messi sukses menjadi algojo untuk dua penalti Barca itu.

Sialnya buat Madrid, salah satu penalti Barca juga membuahkan kartu merah untuk bek mereka, Sergio Ramos. Serentetan keputusan wasit yang dianggap kontroversial ini sontak menuai protes keras. Salah satunya dari Cristiano Ronaldo.

“Rasanya kami bermain melawan 12 orang. Selalu begini,” keluh Ronaldo terkait kepemimpinan wasit Alberto Undiano Mallenco pada laga El Clasico.

“Mereka tidak akan membiarkan kami (menjuarai liga). Mungkin, mereka ingin melihat Barca kembali jadi juara,” ujarnya seperti dilansir Football Espana.

“Saya tidak ingin memendam ini dan saya tidak mencari-cari alasan. Tapi, wasit tidak layak untuk memimpin pertandingan selevel ini,” ketusnya.

“Jika Barca kalah hari ini, mereka akan tersingkir dari persaingan. Setelah lima tahun berada di sini, saya mulai mengerti segalanya,” tuturnya. “Media lebih paham daripada saya. Saya tidak pernah melihat Real Madrid difavoritkan wasit,” semprotnya. “Saya yakin, seperti apa pun keadaannya, kami akan keluar sebagai juara,” tegas Ronaldo.

Setali tiga uang, Sergio Ramos juga ikut mengkritik penampilan wasit. Disebutnya, kemenangan Barcelona atas Real Madrid sudah diatur bahkan sebelum pertandingan dimulai. Ia lantas menyoal dua penalti yang diberikan wasit kepada Barcelona plus kartu merah untuk dirinya.

Penalti pertama diberikan setelah Neymar dilanggar oleh Sergio Ramos –yang kemudian membuat Ramos mendapatkan kartu merah–, sementara yang kedua diberikan setelah Andres Iniesta dijepit oleh Xabi Alonso dan Dani Carvajal.

Para pemain Madrid tidak puas dengan keputusan-keputusan Mallenco tersebut. Mereka menilai kontak antara Ramos dengan Neymar amat minim, begitu juga dengan kontak terhadap Iniesta. “Kondisinya selalu sama saja. Saya tidak menyentuh Neymar. Tapi tak ada gunanya membicarakan hal tersebut, itu tak mengubah apa pun,” sahut Ramos.

“Semuanya bisa melihat apa yang terjadi hari ini. Kami sebenarnya bisa meraih sesuatu dari pertandingan hari ini, tapi nyatanya tidak. Ada beberapa hal yang tidak bisa Anda lawan. Hasil pertandingan ini semua sudah direncanakan,” seru Ramos.

Tindakan pemain Real Madrid mengkritik wasit laga El Clasico disebut sama sekali tidak tepat oleh gelandang Barcelona Xavi Hernandez. “Cristiano keliru dan kritikannya terlalu kasar. Barca memang lebih superior daripada Real Madrid dan itu terlihat dari hasilnya,” sergah Xavi di Sports Mole.

“Sejauh penilaian saya dari apa yang bisa saya lihat di atas lapangan, kesemuanya memang benar penalti termasuk apa yang dilakukan Dani Alves atas Cristiano,” tegasnya. Madrid sendiri memang mendapatkan satu buah penalti –yang juga kontroversial– pada laga tersebut. Pelanggaran Dani Alves terhadap Ronaldo diklaim terjadi sedikit di luar kotak penalti, bukan di dalam kotak penalti.

Dengan kekalahan ini, posisi Madrid turun ke urutan dua klasemen. Jarak mereka dengan Barca hanya tinggal berselisih satu poin. Madrid mengoleksi nilai 70, sementara Barca ada di urutan ketiga dengan nilai 69. Sedangkan Atletico Madrid ada di urutan pertama dengan koleksi nilai yang sama dengan Madrid. Detik | Tri Hatmodjo