JOGLOSEMAR.CO Foto Kampanye Hitam: Di Jakarta Ada Yang Mengejek Jokowi Jelek..

Kampanye Hitam: Di Jakarta Ada Yang Mengejek Jokowi Jelek..

1149
BAGIKAN

FENOMENA KAMPANYE HITAM PARTAI POLITIK

Kampanye saling serang atau bahkan kampanye hitam selalu mengiasai masa kampanye Pemilihan Umum (Pemilu). Pun dalam berbagai kampanye pekan ini. Dibutuhkan peran elite partai untuk meminimalkan kampanye hitam.

KAMPANYE NASDEM- Ketua Umum Paratai Nasdem, Surya Paloh saat menjadi Juru Kampanye (Jurkam) partai bersangkutan di Alun-alun Selatan Keraton Kasunanan Surakarta, Kamis (27/3). Joglosemar/Yuhan Perdana
KAMPANYE NASDEM- Ketua Umum Paratai Nasdem, Surya Paloh saat menjadi Juru Kampanye (Jurkam) partai bersangkutan di Alun-alun Selatan Keraton Kasunanan Surakarta, Kamis (27/3). Joglosemar/Yuhan Perdana

Hiruk-pikuk kampanye Partai Nasional Demokrat (Nasdem) di Alun-alun Kidul Keraton Surakarta, Kamis (27/3), menjadi perhatian dengan seksama Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu)  Kota Solo. Tingkah polah peserta kampanye dicatat sedetail mungkin. Hasilnya, seperti kampanye partai-partai lain di Indonesia, masih banyak ditemukan anak-anak mengikuti kegiatan tersebut, kemudian masih ada konvoi kendaraan yang memekakkan telinga dan lain sebagainya.

Namun bukan itu, yang menjadi fokus Panwaslu. Mereka ternyata lebih menyoroti pidato juru kampanye Nasdem, Rachmawati Soekarnoputri yang dinilai menghina Parpol lain.  “Tapi kami lebih menyoroti orasi politik Rachmawati Soekarnoputri karena  di dalamnya ada unsur penghinaan terhadap Parpol peserta pemilu,” terang Ketua Panwaslu Surakarta, Sri Sumanta saat ditemui di sela-sela kampanye terbuka Partai Nasdem di Alkid, Kamis (27/3).

Dijelaskan, dalam orasinya Rachmawati menyatakan Partai Nasdem partai baru yang belum memiliki dosa. Tapi partai lain sudah banyak memiliki dosa, seperti korupsi dan itu tidak diperbolehkan. Panwaslu akan segera menindaklanjuti kasus ini dengan memanggil Rachmawati untuk dimintai klarifikasinya orasi politik yang disampaikan. Rencana, besok Jumat (28/3) surat pemanggilan akan dilayangkan atau dikirim.

Orasi Rachmawati memang belum bisa dikatakan sebagai kampanye hitam karena belum dilakukan klarifikasi. Namun hal positif yang bisa diambil dalam kasus ini adalah sikap Panwaslu yang cermat dalam mengawasi kampanye.

Peran Panwaslu di berbagai level sangat penting mengingat kampanye hitam masih saja terjadi. Contoh tergres adalah kampanye hitam yang dilakukan oleh Caleg DPR dari Partai Demokrat , Hasnaeni dalam kampanyenya di Keramat Pulo Jakarta. Caleg yang dikenal sebagai “wanita emas” itu sempat mengajak warga untuk membenci Capres Jokowi yang dinilainya gagal memimpin Jakarta.

Bahkan dia mengajak warga untuk meneriaki ‘Jokowi Jelek’. “Bilang Jokowi jelek!” ajaknya. “Jokowi jelek, Jokowi jelek,” seru warga yang mayoritas diisi anak-anak seperti dikutip Merdeka.com.  Belum ada konfirmasi apakah model kampanye si Wanita Emas akan diselidiki oleh Panwaslu setempat.

Pada bagian lain, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie mengimbau, para pimpinan Parpol peserta Pemilu 2014 melarang simpatisan partai melakukan black campaign. “Black campaign tidak sehat bagi proses pemilu. Pimpinan partai harus mendidik, mengarahkan simpatisannya agar tidak melakukan itu,” kata Jimly.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini juga meminta kepada para pimpinan Parpol dan Capresnya untuk bertanggung jawab, agar para pendukungnya tidak melakukan kampanye hitam.

Menurutnya, sudah banyak contoh black campaign yang ditemukan jelang Pileg 2014. “Kita ambil contoh, foto Ical, itu jelas black campaign. Itu digambarkan seakan-akan ada affair,” katanya seperti dikutip Liputan6.  Ari Welianto | Heru Ismantoro