JOGLOSEMAR.CO Lifestyle Griya Rumah Pemeliharaan Burung, Dari Hobi Jadi Bisnis

Rumah Pemeliharaan Burung, Dari Hobi Jadi Bisnis

707
BAGIKAN

yasin-foto gazebo (8)Memasuki rumah RA. Ari Yeppi Kusumawati, SE, M.Si ini memang seperti memasuki hutan belantara yang kaya akan burung liar juga aneka ikan hidup. Sebuah harmoni kehidupan tergambar di dalamnya. Bagaimana tidak, dari Cucak rowo, Love Bird, Jalak Uren, Parkit, derkuku, perkutut, Kacer, Nuri, Ayam mutiara, Ayam Kate, Ayam Bangkok, Burung merpati ada semua. Sementara buaya dan merak peliharaannya telah disumbangkan ke Dayu. Bahkan aneka ikan hidup di kolam dibuat memutari kandang burung. Benar-benar konsep rumah yang memanjakan binatang.

“Sebenarnya saya hanya menemani suami saya, Mas Risang Cantika Budi yang hobi memelihara burung. Awalnya memang berisik tapi setelah terbiasa malah menikmati suasana yang seperti di hutan lebat ini,” ungkapnya.

Dari hobi ini ternyata, malah menghasilkan materi yang kadang mampu menutup beberapa pengeluaran karena jika hanya mengandalkan gaji dari PNS masih kurang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Selain itu, merawat binatang dan tanaman juga mampu membuat kita sayang dan sabar dalam menghadapi hidup.

“Ini juga merupakan rumah pembelajaran untuk anak-anakku. Mereka mengamati secara langsung perkembangan katak mulai dari telur, jadi berudu, dan katak. Selain itu juga mengenal macam-macam ikan seperti Mas Koki, bawal, lele dan lain sebagainya,” ujarnya.

Makanya tak heran jika untuk merawat semua itu dia membutuhkan dua pembantu. Untuk berkomunikasi dengan para pembantunya, bila dia sibuk setiap kebutuhan yang habis seperti makan burung dan perbaikan ini itu, maka para pembantunya cukup menuliskannya di board yang memang sudah disediakan.

“Sebagai istri saya yang mengelola keuangan. Dan ini tidak mudah, ini adalah hal rawan yang bisa memicu konflik. Tapi sejauh ini dengan komunikasi yang baik dan saling percaya dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya. Ahmad Yasin Abdullah.