JOGLOSEMAR.CO Foto Simpatisan PDIP Dibacok Saat Konvoi

Simpatisan PDIP Dibacok Saat Konvoi

1127
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

SOLO – Konvoi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Semanggi, Solo, Senin (24/3) kemarin sempat diwarnai aksi pembacokan oleh orang tak bertanggung jawab.

Peristiwa itu terjadi saat PDIP menggelar konvoi di Jalan Kyai Mojo, Kelurahan Semanggi, sekitar pukul 10.30 WIB. Seorang simpatisan PDIP, Dwi Rahmanto, warga RT 4 RW IV Kelurahan Sangkrah patah ketiga jari kirinya serta luka di bagian kepala.

Korban  dianiaya oleh dua orang yang tak dikenalnya. Korban yang ada di barisan terakhir rombongan, tiba-tiba dipukul dengan helm oleh seseorang. Korban terjatuh dari sepeda motor, kemudian menjadi bulan-bulan oleh dua orang pelaku.

Pada saat itulah, korban berusaha menangkis  sabetan benda bulat dari besi yang ujungnya runcing.  Korban berhasil menyelamatkan kepalanya dari sabetan benda tajam itu, namun ketiga jarinya terluka dan nyaris putus.

“Untung saya masih bisa bangun dan tancap gas dengan motor. Kalau tidak, entah nasib saya seperti apa. Saya masih bisa mengendarai motor sampai rumah,”  kisah Dwi Rahmanto saat ditemui Joglosemar di RS Kustati, Senin (24/3) petang.

Korban dirawat di Bangsal Al Zaitun Kelas II Rumah Sakit Kustati, Solo. Menurut informasi yang diterima keluarga korban, Rabu (26/3)  besok akan dilakukan operasi pada jari tangannya yang terluka.

Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Pasar Kliwon, Agus Anwari mengaku telah  menerima laporan adanya simpatisan PDIP yang dibacok saat menggelar konvoi di Semanggi.

“Kejadian ini langsung dilaporkan ke Mapolsek Pasar Kliwon karena sudah mengarah ke kriminal dan teror,” katanya, Senin (24/3).

Agus meyakini, pelaku pembacok bukan dari salah satu Parpol peserta Pemilu. Kemungkinan besar dari organisasi masa (Ormas). Ia pun mengimbau kepada semua Parpol agar lebih berhati-hati saat menggelar konvoi maupun kegiatan kampanye.

Pasca kejadian ini pihaknya meminta kepada semua partai yang menggelar konvoi untuk bisa lebih berhati-hati. “Harapannya kasus ini bisa segera ditangani Polsek dan pelaku bisa segera ditangkap agar Pemilu di Solo tetap aman dan terkendali,” katanya.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Pasar Kliwon AKP Nur Affandi menjelaskan, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. Motif pelaku melakukan pembacokan tersebut juga belum diketahui lantaran kejadian berlalu begitu cepat.

Informasi yang dimilikinya, rombongan konvoi tersebut hendak menuju ke Joyosuran. Saat melewati Jalan Ki Ageng Serang, Semanggi, Pasar Kliwon Solo, korban yang berada di barisan paling akhir langsung dipukuli dengan besi tajam dan mengalami luka.

“Korban itu dipukuli oleh pelaku berkali-kali,” terangnya, Senin (24/3).

Menurut keterangan sejumlah saksi yang diperiksa oleh pihak kepolisian, pelaku ada tiga orang yang memukul korban. Namun, ketika disangkutkan dengan keterangan korban yang melihat hanya ada dua saksi, AKP Nur menjelaskan, dalam keadaan panik tentunya semua orang tidak konsentrasi dan fokus menyelamatkan diri.

“Untuk dugaan sementara, pelaku ada dua orang, tapi kita masih menyelidiki kejadian itu,” terang Kapolsek.

Korban  mengatakan, semula dia hendak berangkat kerja di proyek pembangunan SMK Sahid di Sukoharjo. Namun karena kesiangan, dia pulang lagi ke rumah. Daripada ngelangut di rumah, atas inisiatif sendiri, bapak dua anak tersebut lantas keluar rumah dan mengikuti simpatisan PDIP yang melakukan konvoi.

“Saya juga kaget dikabari kalau anak saya terluka saat konvoi. Lha wong pamitnya tadi mau kerja,” ujar Sugiyarti (60) ibu korban yang setia menunggu di bangsal bersama istri korban, Maryati (30).   Muhammad Ismail | Rudi Hartono | Suhamdani