JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo TSTJ Bau Bangkai, Direksi Dituding Tak Optimal

TSTJ Bau Bangkai, Direksi Dituding Tak Optimal

294
BAGIKAN
TSTJ
TSTJ

KARANGASEM – Kalangan DPRD Kota Surakarta menyoroti pengelolaan Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) yang dinilai tak optimal. Padahal, kebun binatang di timur Kota Bengawan itu menjadi salah satu aset wisata yang diandalkan.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Surakarta, Umar Hasyim menyayangkan merebaknya bau busuk di kawasan wisata TSTJ. Hal itu dikhawatirkan akan membuat pengunjung enggan datang kembali. “Itu artinya manajemen di TSTJ tidak berjalan baik. Sebuah tempat wisata itu selain memiliki daya tarik bagi pengunjungnya juga harus bisa menjaga kebersihannya. Kalau sampai ada bangkai berbau busuk, berarti petugas kebersihan di sana tidak jalan,” ungkap Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) itu.

Apalagi, bangkai tersebut berada di akses masuk para wisatawan. Tempatnya pun bisa dengan mudah terlihat oleh orang yang melintas. Artinya, petugas kebersihan seharusnya tidak kesulitan untuk segera menyingkirkan bangkai itu sebelum membusuk. Selain mengganggu kenyamanan wisatawan, Umar juga menilai hal itu bisa berdampak pada gangguan kesehatan.

“Ada bangkai di tempat terbuka seperti itu jelas berpotensi untuk penyebaran penyakit. Harusnya Walikota bisa mengambil langkah untuk segera mengevaluasi dan memperbaiki kerja direksi,” kata dia.

Terkait hal itu Walikota FX Hadi Rudyatmo meminta pengelola TSTJ segera memperbaiki manajemen di sana. “Itu kan burung liar ya. Tetapi soal perawatan memang butuh perhatian tersendiri. Tanggung jawab ini bukan saja pada direksinya, tetapi semua yang mengelola di sana harus ada peningkatan. Nanti kita evaluasi,” kata dia, ketika ditemui di Kompleks DPRD.

Saat Joglosemar kembali menyambangi lokasi, bangkai burung tersebut ternyata belum dibersihkan. Sayang, saat akan dikonfirmasi mengenai hal itu, petugas di sana enggan berkomentar.

Sedangkan Direktur Utama TSTJ, Lilik Kristianto maupun Direktur Operasional, Windu Winarso, sedang tidak di tempat. Saat ditelepon beberapa kali, terdengar nada tunggu namun tidak diangkat. Namun, Lilik akhirnya mengirimkan pesan singkat bahwa diirnya sedang sakit beberapa hari ini dan ingin beristirahat terlebih dahulu.

Diberitakan sebelumnya, bangkai burung kuntul terlihat berserakan di bawah pohon dan trotoar. Sebagian diantaranya bahkan sudah dalam kondisi tidak utuh lagi. Beberapa pengunjung memilih untuk berbalik arah agar tidak melintasi kawasan tersebut. Kondisi tersebut juga dikeluhkan pedagang makanan di dalam TSTJ. Para pembeli menjadi kurang nyaman ketika menyantap hidangan mereka. Dini Tri Winaryani | Arief Setiyanto