JOGLOSEMAR.CO Foto Warga Jakarta Usir Jokowi

Warga Jakarta Usir Jokowi

1609
BAGIKAN
Demo tolak Jokowi Capres | Foto Antara
Demo tolak Jokowi Capres | Foto Antara

JAKARTA-Seratusan massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Jakarta Baru (KMJB), mendatangi Balai Kota DKI, Selasa (25/3). Mereka mempertanyakan komitmen Gubernur DKI, Joko Widodo (Jokowi) membangun Jakarta, namun kini menjadi Capres PDIP. Massa sedianya akan memberikan tiket kereta api jurusan Solo untuk memulangkan Jokowi ke kampung halamannya. “Bila bohong, ini tiket pulang kampung Jakarta-Solo untuk Jokowi,” kata orator demo yang mengenakan baju kotak-kotak di seberang gerbang Balai Kota, Jakarta.

Entah dari mana dan siapa yang memodali pendemo ini. Hanya orator saja yang tampak serius berorasi menyoal pencapresan Jokowi. Di belakang orator, sejumlah demonstran mengangkat spanduk ukuran 3 x 5 meter berupa replika tiket kereta Matarmaja ekonomi-AC atas nama Jokowi. ‘Tiket’ itu bertanggal 25 Maret 2014 dengan jam keberangkatan 14.30 WIB dari stasiun Senen tujuan Solo Jebres. “Langkah Jokowi jadi Capres PDIP adalah tindakan membohongi warga Jakarta. Kita bernasib seperti warga Solo,” tutur Ahmad Yusuf, juru bicara koalisi.

Menurutnya, kecintaan warga DKI pada Jokowi membuat warga tak siap jika dia nanti mundur sebagai gubernur. “Masih teringat dalam benak kita semua bagaimana Jokowi bilang akan membenahi Jakarta selama lima tahun. Kenyataannya?” kata dia lagi.

Sekitar sejam berdemo, mereka tidak berhasil bertemu Jokowi yang memang sedang blusukan. Untuk itu, replika tiket itu dilipat dan dilemparkan ke halaman Balai Kota.

Mereka berharap agar Jokowi untuk berbuat lebih untuk Jakarta sebelum mencalonkan diri sebagai Capres. “Kami menilai dalam dua tahun masa jabatannya, Jokowi belum berbuat apapun kecuali melanjutkan blue print gubernur sebelumnya, seperti proyek MRT dan Kanal Jakarta,” ujar Yusuf.

Jokowi seharusnya melakukan berbagai upaya untuk menyejahterakan warga Jakarta dan bisa mengatasi berbagai persoalan yang ada seperti banjir dan macet.

Dia meminta agar Jokowi tidak mengkhianati kepercayaan yang diberikan warga pada Pilkada 2012 lalu. Pihaknya berharap Jokowi untuk menyelesaikan masa pemerintahannya, baru mencalonkan diri jadi Capres.

Dia meminta Jokowi untuk tidak memanfaatkan kepopulerannya yang selama ini digembar-gemborkan media. Padahal, katanya, belum ada yang diperbuat untuk Jakarta. “Seharusnya, jika ingin mengabdi kepada rakyat selesaikan dulu sejumlah masalah yang ada di Jakarta, baru berpikir menjadi presiden.”

Yusuf menduga Jokowi maju menjadi Capres lantaran tidak lagi tahan memimpin ibu kota. Jokowi mulai menyadari bahwa persoalan di Jakarta ternyata sulit diselesaikan.”Jokowi juga ketakutan karena sedang disasar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus dugaan korupsi pengadaan Transjakarta,” tukas dia.

Dia mengatakan, kasus yang mulai menjerat anak buah Jokowi itu tidak lama lagi akan menyeret Jokowi.

Terpisah, menanggapi massa aksi yang memberikan replika tiket kereta api jurusan Jakarta-Solo, Jokowi menanggapi aksi pendemo itu dengan santai. Dia malah berkelakar. “Kok tiket kereta? Mestinya kalau ngasih tiket harusnya pesawat. Kalau mau ngasih tiket pesawat. Syukur-syukur bisa kelas bisnis,” kata Jokowi saat menghadiri sebuah acara di Puri Ardia Garini, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (25/3).

Menurut Capres PDIP ini, demo seperti itu sudah terorganisir dengan baik. Tujuannya tak lebih dari menjatuhkan posisinya sebagai Capres dari PDIP. “Itu sudah pasti terorganisir. Namanya juga demo. Pas kita ke kampung-kampung, kita tanya kita cek, nggak ada apa-apa kok,” lanjutnya.

Pengalamannya 4 kali ikut perhelatan Pilkada membuatnya sudah paham dengan demo-demo yang tujuannya menjatuhkan.

“Sekali lagi buat saya yang sudah 4 kali Pilkada. Ditekan seperti ini, diserang, dicemooh, sudah setiap hari. Aku rapopo,” ujarnya santai.

Terkait serangan dan sindiran yang diarahkan kepada Jokowi, PDIP santai menanggapi dan memprediksi pihak penyerang yang salah akan terjungkal sendiri. “Prinsip kami, yang salah akan jatuh dengan sendirinya,” kata Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo.

PDIP menyatakan serangan tersebut sebagai ujian bagi partainya. Ini tak bisa dipungkiri, karena tahun politik ini mulai panas. “PDIP berpendapat, serangan negatif itu sebagai bagian dari jalan terjal yang harus dilewati oleh seorang pemimpin. Karena itulah kami menanggapi hal-hal tersebut dengan tenang, bahkan dengan senyuman dan tidak pernah terpancing,” tutur Tjahjo.

Sementara itu, sebelum menjadi Jurkamnas  Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri  bersama putrinya, Puan Maharani dan sejumlah politikus PDIP menyempatkan di Pasar Beringharjo. Sejumlah pedagang sempat menanyakan kepada Mega. “Mana Pak Jokowi,” tanya salah satu pedagang.

Di hadapan kader PDIP yang menghadiri kampanye di Sleman, Mega mengingatkan agar kader partai tidak terlena dengan penetapan Jokowi sebagai Capres. Kader diminta bekerja keras memenangkan Pileg demi memuluskan langkah Jokowi. “Kalau tidak bisa mencapai 20 persen, kita tidak bisa mengajukan Capres. Karena ini jangan terlena dengan pencalonan Jokowi. Banyak orang akan menjegal,” kata Mega di hadapan ribuan massa PDIP saat kampanye terbuka di Lapangan Denggung, Beran Kabupaten Sleman, Selasa (25/3).

Mega kembali mengingatkan agar kader partai mengawasi pemungutan dan penghitungan suara. Dikhawatirkan akan terjadi kecurangan pada Pileg 9 April mendatang. “Jangan sampai ada kecurangan. Simpatisan dan sukarelawan PDIP agar berhati-hati dan terus berjuang,” katanya.

Menurut Mega, keputusannya memilih Jokowi karena PDIP melihat rakyat ingin kondisi republik ini menjadi lebih baik. Jokowi dinilai sebagai sosok yang tepat untuk memenuhi harapan tersebut. “Untuk mendukung Jokowi jadi presiden, dalam Pileg kita harus meraih 20 persen suara di tingkat nasional,” kata Mega. Antara | Detik