JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Boyolali Ajukan Kuota Pupuk Urea 32 Ribu Ton

Boyolali Ajukan Kuota Pupuk Urea 32 Ribu Ton

712
BAGIKAN

ilustrasi
ilustrasi

BOYOLALI – Kuota pupuk urea untuk tahun 2015 mendatang diajukan sama dengan kuota tahun sebelumnya, yakni 32 ribu ton. Meskipun sesuai dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) hanya 28.100 ton.

Bambang Purwadi, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Boyolali mengungkapkan, pengajuan kuota pupuk ke Gubernur Jateng tersebut diakuinya lebih dari RDKK. Pasalnya setelah RDKK dari seluruh kelompok tani di 19 kecamatan yang ada di Boyolali masuk ke Dispertanbunhut, akhirnya RDKK diformulasikan di angka 28.100 ton.

Bambang menjelaskan, pengajuan 32 ribu ton tersebut dilakukan guna mengantisipasi turunnya kuota dari Gubernur. “Hal ini karena biasanya tidak semua pengajuan dapat dipenuhi 100 persen,” ungkap dia, Kamis (18/12/2014).

Menurut Bambang, perumusan RDKK oleh kelompok tani dibuat mulai bulan Juni  2014 lalu. Setelah RDKK dari semua kecamatan selesai diajukan ke Dispertanbunhut yang kemudian diteruskan kepada Gubernur.

Selain pupuk urea, pihaknya juga mengajukan kuota pupuk lainnya. Yaitu, pupuk SP36 sebesar 7.700 ton, ZA sebanyak 8.700 ton, Phonska sebesar 13.650 ton dan Petroganis sebanyak 5.035 ton.

Dijadwalkan Pergub alokasi pupuk bersubsidi dan HET pupuk di 35 Kabupaten/ Kota  di  Provinsi Jawa Tengah keluar tanggal 20 Desember 2014 mendatang. Hal itu sebagai dasar pengguliran pupuk bersubsidi kepada petani. HET pupuk urea tahun 2014 yakni seharga Rp 1.800/kg.

Nantinya setelah Pergub alokasi pupuk bersubsidi turun, akan dilanjutkan pembuatan Peraturan Bupati (Perbup) dan selanjutnya dibuat SK untuk dikirim kepada produsen pupuk. Produsen nantinya akan menunjuk distributor untuk mendistribusikan pupuk ke pengecer resmi.

Ario Bhawono