JOGLOSEMAR.CO Berita Utama 10 Siswa SD Trangsan Keracunan, Pemkab Mengaku Rutin Gelar Operasi Jajanan

10 Siswa SD Trangsan Keracunan, Pemkab Mengaku Rutin Gelar Operasi Jajanan

282
BAGIKAN
Ilustrasi: dok.Joglosemar
Ilustrasi: dok.Joglosemar

SUKOHARJO – Sepuluh siswa SDN Trangsan 01 diduga keracunan cokelat. Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo masih belum memastikan kandungan cokelat lantaran masih dalam tahap uji laboratorium.

Kepala DKK Sukoharjo, Guntur Subiyantoro mengatakan, pada dasarnya operasi jajanan sekolah rutin dilakukan setiap dua pekan sekali. Operasi tersebut untuk mencegah peredaran jajanan kadaluarsa ataupun yang mengandung

“Kami sudah mengantisipasi dengan operasi rutin. Tapi kami tidak bisa meng-cover seluruh penjaja makanan. Kalau makanan itu bermerk, pasti ada PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga)-nya,” tutur Guntut, Kamis (5/2/2015).

Kepala Bidang Perdagangan, Disperindag Sukoharjo, Bambang Sri Setiyono, mengatakan razia makanan dan minuman kadaluarsa rutin digelar Disperindag setiap sebulan sekali. Bahkan tidak jarang menemukan makanan dan minuman kedaluwarsa yang dijual pedagang. Hanya saja razia belum menyasar pada jajanan sekolah. “Selama ini fokus kami di pasar tradisional dan toko modern,” tuturnya.

Seperti diketahui, sepuluh siswa kelas III SDN Transan 01 merasakan sakit perut, pusing dan muntah setelah memakan cokelat dengan kemasan cantik, Rabu (4/2/2015). Cokelat itu dibeli dari pedagang keliling yang mangkal di luar pagar sekolah. Beruntung setelah mendapat perawatan medis di Puskesmas Gatak, mereka dinyatakan baik-baik saja.

Sofarudin