JOGLOSEMAR.CO Berita Utama 10 Siswa SDN Transan 01 Keracunan Cokelat

10 Siswa SDN Transan 01 Keracunan Cokelat

483
BAGIKAN
BARANG BUKTI – Kapolsek Gatak, AKP Busro didampingi anggota menunjukkan kemasan cokelat yang diduga menyebabkan 10 siswa kelas III SD Negeri Transan 01, Kecamatan Gatak keracunan.
BARANG BUKTI – Kapolsek Gatak, AKP Busro didampingi anggota menunjukkan kemasan cokelat yang diduga menyebabkan 10 siswa kelas III SD Negeri Transan 01, Kecamatan Gatak keracunan.

SUKOHARJO– Sepuluh dari 30 siswa kelas III SD Negeri Transan 01, Kecamatan Gatak terpaksa dilarikan ke Puskesmas Gatak untuk mendapatkan perawatan medis, Rabu (4/2/2015). Mereka diduga keracunan cokelat berkemasan unik yang dijual seorang pedagang keliling.

Kepala Sekolah SDN Transan 01, Martini menerangkan, dugaan keracunan masal itu berawal saat beberapa siswa jajan diluar lingkungan sekolah saat jam istirahat pada pukul 08.45. Berdasarkan pengakuan siswa, ada tiga anak yang membeli jajanan berupa coklat dengan kemasan bergambar dan menyerupai tas dari bahan kertas. Ketiga siswa itu kemudian membagi coklat kepada beberapa teman sekelasnya.

Setelah jam istrihat usai, sekitar pukul 09.00 saat jam belajar kembali berlangsung, seorang siswa mengeluhkan sakit sakit perut. Bahkan, beberapa siswa lainnya sempat muntah-muntah. “Setelah ditanya mereka mengaku makan cokelat yang dibeli pedagang keliling yang biasa jualan di luar sekolahan,”terang Martini.

Dikatakan, ada sepuluh anak yang merasakan mual, pusing dan muntah setelah berbagi cokelat yang menurutnya rasa mint dan beraroma balsem itu. Setelah diberi minum air putih, siswa-siswa itu di bawa ke Puskesmas Gatak untuk mendapatkan pertolongan. Beruntung, setelah diberi susu dan obat, mereka bisa muntah dinyatakan baik-baik saja dan diizinkan pulang.

“Tidak ada yang opname. Kemungkinan besuk sudah bisa masuk sekolah seperti biasanya,” imbuh Martini.

Menurut dia, pedagang keliling yang biasa mangkal diluar SDN Transan 01 itu mengaku mendapatkan dagangan dari Pasar Gatak. “Yang jual ini kulakan di pasar dan pedagang yang di pasar juga tidak bikin sendiri. Dua penjual tadi juga ikut ke Puskesmas,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolsek Gatak, AKP Zunaidi menambahkan, cokelat merk DJ yang diproduksi Sejoli Malang itu dijual oleh pedagang keliling bernama SRP (63) warga Trangsan, Gatak. Berdasarkan pemeriksaan, tidak ada indikasi kesengajaan dalam perkara tersebut. Pada kemasan makanan kecil itu dengan komposisi Gula, Glukosa, milk , rasa buah, tercantum masa berlaku hingga 2016.

“Tidak ada dugaan kesengajaan. Barang bukti cokelat yang diduga menjadi penyebab keracunan sudah kami kirimkan ke BBPOM untuk diuji laboratorium,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Guntur Subyantoro menyatakan sudah menerima laporan kasus keracunan coklat tersebut. “Kami sudah mengambil sampel muntah dari pasien dan makanan dari pedagang untuk uji lab (laboratorium). Hasilnya menunggu tiga sampai lima hari. Sampai saat ini tak ada tambahan kasus,” katanya.

Sofarudin