JOGLOSEMAR.CO Berita Utama 17 Warga Trucuk Terserang Demam Berdarah

17 Warga Trucuk Terserang Demam Berdarah

309
BAGIKAN
Ilustrasi: FOTO ANTARA/Rahmad
Ilustrasi: FOTO ANTARA/Rahmad

KLATEN – Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ditularkan lewat nyamuk Aedes Aegypti kembali memakan korban di wilayah Klaten. Kali ini wabah DBD tersebut menyerang sekitar 17 orang warga Dusun Tegalgading, Desa Mireng, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten selama dua minggu terakhir ini.

Menurut Kepala Desa (Kades) Mireng, Senohadi Susanto, ada 17 warga Dusun Tegalgading Rt 29 dan Rt 30 yang terkena penyakit DBD dengan rincian 11 orang warga rawat inap di dua rumah sakit yakni RSI Klaten dan RS Soeradji Tirtonegoro Klaten, untuk 6 orang warga lainnya hanya rawat jalan.

“Dari 17 warga yang terkena DBD itu, rata-rata usia dibawah lima tahun hingga sebelas tahun dan ada 3 orang yang terkena DBD dalam kondisi kritis,”ungkapnya, Kamis (12/2/2015).

Karena banyaknya warga yang terkena DBD, Senohadi melanjutkan sudah 2 minggu terakhir ini warganya merasa resah. Oleh karena itu pihaknya telah menghubungi pihak Dinas Kesehatan  Klaten untuk melakukan fogging.

“Hari ini kami melakukan kegiatan fogging di dusun Tegalgading, dengan harapan tidak ada lagi warga yang menjadi korban DBD,”tuturnya.

Disisi lain, Ketua Rt 29 Dusun Tegalgading, Joko Wahyudi mengatakan, korban yang paling banyak terkena DBD berada di lingkungan Rt nya sebanyak 15 orang dan tiga orang dinyatakan kritis, bernama Dikiya Eros Fernando, Andi Prasetyo dan Ning Riska Wulandari semuanya adalah murid sekolah dasar di Desa Mireng.

“Sejak dua minggu yang lalu warga saya mulai terserang DBD hingga hari ini, sedangkan dari laporan warga yang saya terima hari ini juga ada lagi satu warga yang masuk rumah sakit,”tuturnya.

Menurut Joko, adanya sebuah kali dibelakang dusunnya dan membuat genangan di sejumlah tempat, membuat nyamuk semakin banyak.

“Hujan membuat kali di belakang dusun meluap dan meninggalkan banyak genangan air, mungkin itu penyababnya genangan air menjadi sarang nyamuk dan membuat nyamuk sangat banyak ditempat ini baik pagi atau malam hari,”jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut Joko, sudah tiga hari yang lalu dirinya mengajak warga untuk melakukan aksi gotong royong untuk membersihkan genangan dan selokkan yang tersumbat.

“Saya juga sudah menghimbau warga untuk memeriksa bak mandi dan tempat penyimpanan air di rumah mereka, bila ditemukan ada jentik nyamuk agar segera untuk dibasmi,”pungkasnya.

Dani Prima