JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Administrasi Bermasalah, Lelang Pasar Darurat Klewer Molor

Administrasi Bermasalah, Lelang Pasar Darurat Klewer Molor

241
BAGIKAN
Subagyo Kepala DInas Pengelola Pasar Solo
Subagyo
Kepala DInas Pengelola Pasar Solo

SOLO Rencana lelang pembangunan pasar darurat Klewer di Alun Alun Utara (Alut) molor lagi. Hal itu disebabkan masalah administrasi, salah satunya sisi pendanaan proyek itu.

Seperti yang kita ketahui, dana Rp21 miliar yang digunakan dalam pembangunan pasar darurat berasal dari beberapa sumber, di antaranya Dana Tak Terduga Provinsi Jateng sebesar Rp9,08 miliar, Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan sebesar Rp8,5 miliar, APBD Surakarta senilai Rp3,5 miliar.

Awalnya, Pemkot menargetkan pemasukan dokumen ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) pada Senin (2/2/2015) kemarin. Hanya saja, setelah dilakukan rapat koordinasi dengan sejumlah pihak diketahui jika perlu ada tahap untuk melengkapi dokumen dan administrasi.

Kepala Dinas Pengelola Pasar (DPP) Solo, Subagiyo mengungkapkan ada tiga sumber pendanaan untuk pembangunan pasar darurat, di antaranya CSR perusahaan, Pemprov Jateng, dan APBD Kota Solo.

“Perkiraan awal, lelang dijadikan satu di DPP. Tapi ternyata harus di-pretel-pretel (dipisahkan, red) sesuai dengan asal dana. Untuk bantuan pemprov akan diberikan lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Kalau CSR akan dilakukan oleh tim dan APBD dikelola oleh DPP,” tegasnya di sela-sela mider projo, Jumat (6/2/2015).

Pihaknya pun juga belum bisa melangkah lantaran masih menunggu persetujuan (permit) dari DPRD. Pasalnya, dana Rp3,5 miliardari APBD harus didahului dengan pengajuan permit. “Meski ada tiga pendanaan, namun lelang dilakukan secara bersamaan. Pekan depan-lah bisa dimulai tahapan lelangnya,” katanya lagi.

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo menambahkan Pemkot juga masih harus mereview atau merevisi layout dari pasar darurat. Hal itu dilakukan lantaran adanya pembagian los dan kios yang disesuaikan dengan asal bantuan.

Murniati