JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Ahli Waris Wirjodiningrat Ajukan Eksekusi Stadion Sriwedari ke Pengadilan

Ahli Waris Wirjodiningrat Ajukan Eksekusi Stadion Sriwedari ke Pengadilan

308
BAGIKAN
Walikota Solo FX Hadi Ruadyatmo bersama Menpora Roy Suryo di Stadion Sriwedari, setahun lalu | Maksum NF
Walikota Solo FX Hadi Ruadyatmo bersama Menpora Roy Suryo di Stadion Sriwedari, setahun lalu | Maksum NF

 

SOLO –  Sengketa Sriwedari Solo antara ahli waris Wirjodiningrat sebagai pemilik Sriwedari dengan Pemertintah Kota Surakarta telah memasuki babak kritis. Pasalnya, kuasa hukum ahli waris telah mengajukan permohonan eksekusi pengosongan lahan ke Pengadilan Negeri Surakarta.

Anwar Rachman, kuasa hukum ahli waris saat menginformasikan terhadap wartawan Jumat (6/2/2015) mengaku telah mengajukan permohonan eksekusi pengosongan pada bulan Desember 2014 lalu. Dikatakan Anwar, bahwa pengajuan tersebut dilakukan menyusul karena Mahkamah Agung menolak kasasi Pemkot Surakarta dalam perkara No:3249-K/PDT/2012 tanggal 5 Desember 2013.

“Karena Pemkot tidak mau menyerahkan secara baik-baik, kami telah ajukan permohonan tersebut ke pengadilan dan berharap agar pihak pengadilan untuk segera melakukan proses eksekusi itu,” terang Anwar telepon.

Putusan Mahkamah Agung tersebut, menurut Anwar Rachman, telah mengukuhkan kepemilikan tanah Sriwedari dan memang milik sah ahli waris almarhum Wirjodingrat. Kepemilikan tanah Sriwedari tersebut, dijelaskan pengacara asal Jawa timur itu, berdasarkan Akte Jual Beli No: 10 tanggal 13 Juli 1877 dan No:59 tanggal 5 Desember 1877, yang dibuat oleh Pieter JacobusNotaris Surakarta. Dan berkaitan dengan RVE Verponding  No:295 a/n. (atasnama) Raden Mas Tumenggung Wirjodingrat, yang mana oleh Pemerintah Hindia Belanda pada waktu itu dinyatakan bahwa tanah tersebut adalah sah milik Alm. RMT. Wirjodiningrat, yang meninggal dunia tanggal 30 Juli 1917. Sehingga secara hukum kepemilikan tanah dimaksud, beralih sepenuhnya kepada Ahli Warisnya RA Suharni dan kawan – kawan.

“Bukti kepemilikan tanah tersebut selanjutnya dikukuhkan Putusan PN Surakarta No:147/1970-Perdata Jo putusan MA RI No:3000-K/Sip/1981 tanggal 17 Maret 1983 yang menyatakan, bukti kepemilikan tersebut sah menurut hukum. Dan karena bukti diterbitkan sebelum berlakunya UU Pokok Agraria , maka sesuai ketentuan Pasal 1 ayat 1  UU No:5/1960 tentang Agraria (LN No:104 , 24 September 1960 ) dapat langsung diajukan menjadi Hak Milik,” jelas Anwar.

Sementara itu, pejabat humas Pengadilan Negeri Surakarta, Kun Maryoso, saat dihubungi wartawan terkait dengan pengajuan permohonan eksekusi terhadap lahan Sriwedari tersebut membenarkan atas permohonan tersebut. Kun menjelaskan bahwa saat ini pihak dari PN akan mempelajari putusan tersebut.

“kita akan mempelajari putusan itu, mengingat dalam perkara tersebut ada juga putusan dari peradilan Tata Usaha Negara (TUN), dan berkaitan pula yang menjadi objek perkara trersebut telah menjadi fasilitas public. Sehingga memerlukan pengkajian yang lebih teliti,” jelas Kun.

Rudi Hartono