JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Air Asia: Sudah 91 Korban QZ8501 Berhasil Dievakuasi

Air Asia: Sudah 91 Korban QZ8501 Berhasil Dievakuasi

187
BAGIKAN
Petugas mengeluarkan peti jenazah Oscar Desano (27) salah satu Pramugara Air Asia QZ 8501 untuk dimakamkan di Klaten setelah tiba di Bandar Udara Adi Soemarmo Solo, Rabu (14/01/2015) siang. Oscar Desano merupakan salah satu dari tujuh kru pesawat Air Asia QZ 8501 yang jatuh di Selat Karimata wilayah Kalimantan Tengah pada Minggu 28 Desember 2014 lalu_Foto_Maksum N F
Foto: Joglosemar/Maksum NF

JAKARTA – Sebanyak 91 jenazah yang merupakan korban dari pesawat Air Asia QZ8501 telah berhasil dievakuasi dan sebagian besar dari jumlah tersebut juga telah berhasil diidentifikasi tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri.

Siaran pers maskapai Air Asia Indonesia yang diterima di Jakarta, Rabu (4/2/2015) pagi, menyebutkan berdasarkan informasi per 3 Februari 2015 pukul 22.00 WIB, Basarnas mengonfirmasi telah mengevakuasi sebanyak 91 jenazah.

Dari jumlah itu, sebanyak 64 jenazah telah teridentifikasi oleh tim DVI Polri, 13 jenazah masih dalam proses identifikasi dan 14 jenazah belum tiba di RS Bhayangkara, Surabaya. Rilis itu juga menyebutkan, operasi SAR di area fokus pencarian di sekitar Selat Karimata dan Laut Jawa terus berlanjut, di mana kapal SAR dan penyelam telah dikerahkan dalam upaya pencarian penumpang dan serpihan pesawat di sekitar lokasi tersebut.

Pada Selasa (3/2/2015) pagi, penyelam SAR telah berhasil mengevakuasi sebanyak enam jenazah yang diduga adalah penumpang pesawat QZ8501 dan ditemukan di dasar Laut Jawa dekat area di mana potongan badan pesawat ditemukan.  Sementara itu, operasi SAR di Selat Makassar terus berlangsung, didukung oleh kapal SAR, “sea riders”, serta perahu karet untuk mengobservasi area pencarian di sekitar perairan Mamuju, Sulawesi Barat, sampai ke perairan Pinrang dan Pulau Selayar, Sulawesi Selatan.

Nelayan yang ikut membantu pada Selasa (3/2/2015) pagi juga berhasil mengevakuasi satu jenazah yang diduga adalah penumpang pesawat QZ8501 di bibir pantai Pinrang, Sulawesi Barat.

Muhammad Razi Rahman | Antara