JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Akhirnya Warga Guyon Bersedia Direlokasi

Akhirnya Warga Guyon Bersedia Direlokasi

305
BAGIKAN
Teras rumah Susi Suwarni (26), warga RT 3 RW 2 Dusun Guyon tampak miring lantaran tergeser pergerakan tanah. | Putradi Pamungkas
Teras rumah Susi Suwarni (26), warga RT 3 RW 2 Dusun Guyon tampak miring lantaran tergeser pergerakan tanah. | Putradi Pamungkas

KARANGANYAR – 24 Kepala Keluarga (KK) yang bermukim di Dusun Guyon, Desa Tengklik Tawangmangu dan Desa Plosorejo,Kecamatan Kerjo siap untuk direlokasi dari kawasan rawan longsor tersebut.

Sebagaimana dikemukakan Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Karanganyar, Nugroho, masing-masing 14 KK di Dusun Guyon dan 10 KK di Desa Plosorejo menyatakan kesediaannya untuk direlokasi. Hanya saja, 4 KK di Guyon saat ini masih belum memiliki lahan untuk relokasi. Sementara, sebagian diantaranya telah memiliki lahan sebagai tempat tinggal baru.

“Dari 14 KK itu, 10 KK diantaranya sudah punya lahan dan siap untuk direlokasi. Namun yang empat belum sepenuhnya siap, meski mereka sudah bersedia. Sebab, mereka belum punya lahan sendiri di lokasi lain,” ungkap Nugroho kepada wartawan,Rabu (4/2/2015).

Sementara, 10 KK di Plosorejo sejauh ini belum menentukan lahan mana yang digunakan sebagai area relokasi. Meski demikian, ada kemungkinan mereka akan dialihkan ke lahan bekas gedung sekolah di kawasan setempat. Lahan seluas 600 meter persegi tersebut dirasa mampu menampung warga relokasi.

Sembari menentukan langkah yang akan diambil, BPBD berkoordinasi dengan dinas terkait untuk upaya percepatan relokasi. Rencananya, BPBD akan melakukan survei ke lapangan untuk memastikan berbagai hal, pekan depan.

“Kita akan kroscek data warga yang siap untuk direlokasi maupun lahan yang akan digunakan untuk relokasi. Dengan begitu kita dapat memastikan keamanan kawasan sebagai area relokasi itu. Supaya warga tidak kembali menempati wilayah yang rawan longsor,” ujar Nugroho.

Di sisi lain, BPBD juga meminta Camat di wilayah setempat itu untuk berkomunikasi dengan masyarakat. Pasalnya, masyarakat diharapkan dapat bergotong royong selama proses relokasi berjalan. Sebab, diharapkan pada bulan ini program relokasi total 24 KK di dua lokasi tersebut sudah dapat berjalan.

“Setidaknya ada kejelasan pada bulan ini. Bagi KK yang belum punya lahan sendiri, akan kita bicarakan dengan Bupati. Misalnya mungkin dengan membuat peraturan penyediaan lahan atau entah bagaimana solusinya seperti apa. Dengan demikian tak ada kecemburuan antar sesama warga yang hendak direlokasi, kami tak ingin itu terjadi,” tandas Nugroho.

Terpisah, Kepala Desa Tengklik,Paidi mengatakan warganya yang berada di kawasan rawan longsor di Dusun Guyon itu bersedia pindah ke lokasi yang lebih aman. Pihaknya akan terus melakukan komunikasi dengan warga terkait keberadaan sejumlah KK yang belum punya lahan pribadi.

“Kita juga menunggu solusi dari Pemkab,” jelasnya.

Putradi Pamungkas