JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Anggota DPRD Sukoharjo Beramai-ramai Kembalikan Dana Kegiatan

Anggota DPRD Sukoharjo Beramai-ramai Kembalikan Dana Kegiatan

313
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

SUKOHARJO – Anggota dewan ramai-ramai mengembalikan dana kegiatan Penyusunan Jadwal Tahunan dan Evaluasi Komisi DPRD Sukoharjo yang dilaksanakan di sebuah hotel di Yogyakarta pada 7-9 Januari lalu. Pengembalian dana kegiatan tersebut untuk menghindari temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mendasar pada Surat Edaran (SE) Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) tentang larangan menyelenggarakan rapat di hotel.

Ketua Fraksi Partai Gerindra, Yoshua Sindhu Riyanto mengatakan, lima anggotanya sudah mengembalikan dana senilai Rp 3,9 juta ke Bendahara Sekretariat DPRD Sukoharjo, baru-baru ini. Waktu itu, terang Yoshua, setiap anggota DPRD mendapat uang saku dan transportasi sekitar Rp 1,7 juta. Namun karena ada kekhawatiran kelak bakal menjadi temuan BPK, pihaknya berinisiatif mengembalikan dana tersebut.

“Kalau dihitung ya tombok sekitar Rp 2,2 juta. Karena ini jadinya membayar sendiri, kami akan minta kuitansi pembayaran hotel,” kata Sindu, Selasa (3/2/2015).

Menurut dia pada dasarnya dalam SE itu, tidak ada poin yang menyebutkan tidak boleh menyelenggarakan rapat dihotel. Yang ada, kata dia, maklumat untuk mengurangi rapat diluar dan memaksimalkan gedung DPRD. “Meski demikian, kami sepakat mengembalikannya,” terang Sindu.

Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar, Agus Sumantri mengatakan, karena sudah mengembalikan dana tersebut, dia akan meminta kwitansi biaya menginap di hotel yang berada dikawasan Jalan Magelang tersebut. “Kwitansi itu untuk bukti yang dirumah,” katanya.

Menurutnya, meski agenda itu menggunakan uang pribadi anggota dewan, kegiatan di sana tidak muspro atau percuma. Artinya, susunan jadwal dibahas di hotel itu tetap menjadi pedoman kegiatan DPRD kedepan. “Intinya kami tetap menyelenggarakan rapat itu. Tapi dengan biaya sendiri,” jelasnya.

Penelusuran Joglosemar, setiap anggota mengembalikan dana senilai kurang lebih Rp 3,9 juta ke bendahara Sekretariat DPRD Sukoharjo. Uang tersebut terdiri dari uang hotel Rp 1,8 juta, uang transportasi dan uang saku sebesar Rp 2,1 juta. Anggota Fraksi Kebangkitan Demokrat Sejahtera (FKDS), M. Samrodin mengaku sudah mengembalikan uang tersebut.

Anggota Fraksi PAN, Sunoto menginformasikan, lima anggota Fraksi PAN juga mematuhi amanat SE tersebut dan telah mengembalikan dana kegiatan itu. Ketua Fraksi PDIP, Syarif Hidayatullah mengatakan, PDIP juga sepakat mengembalikan dana tersebut. “Tolong diperhatikan, tidak semua anggota dewan mengikuti kegiatan di Yogyakarta itu. Kalau tidak salah, selain saya Danur Sri Wardhana juga tidak ikut. Jadi saya tidak akan membayar uang kegiatan itu,” terangnya.

Dikonfirmasi, Sekretaris DPRD Sukoharjo, Sriyono mengatakan, berdasarkan informasi terakhir yang dia terima, semua sudah mengembalikan dana kegiatan tersebut, kecuali Sugeng Purwoko. Sriyono menyatakan, tidak pernah memerintahkan untuk mengembalikan dana tersebut.

“Saya tidak menarget (mengembalikan kapan). Terserah, tidak ada paksaan. Tapi risiko ditanggung sendiri,”tandasnya. Terkait permintaan kwitansi biaya menginap di hotel, Sriyono menyatakan tidak apa-apa. “Nanti sekretariat membuatkan tanda terima,” pungkasnya.

Sofarudin