JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Angka Pertumbuhan Penduduk di Boyolali Tinggi

Angka Pertumbuhan Penduduk di Boyolali Tinggi

326
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

BOYOLALI – Angka pertumbuhan penduduk di Boyolali cukup tinggi mencapai 0,38. Mengantisipasi ledakan jumlah penduduk, Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak  dan Keluarga Berencana (BP3AKB) menggandeng forum antarumat beragama.

Jumlah penduduk Boyolali saat ini sudah lebih dari 1 juta jiwa. Dengan pertumbuhan 0,38, jika tidak ada pengendalian penduduk melalui program KB, dikhawatirkan akan terjadi pertumbuhan yang sangat tinggi. Kepala BP3AKB Boyolalli, Dasih Wiryastuti menyebutkan, peningkatan jumlah penduduk di Boyolali diantaranya diakibatkan tingginya angka kelahiran, serta banyaknya kaum urban yang masuk ke Boyolali seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang membaik.

“Pertumbuhan penduduk harus dikendalikan, jika tidak nanti akan sangat tinggi dan bisa terjadi ledakan penduduk,” ungkap Dasih saat sosialisasi programKB bersama dengan umat Hindu di Aula Kantor Balai Desa Ngaru Aru, Kecamatan Banyudono akhir pekan kemarin.

Dijelaskan, tingginya angka kelahiran menurut dia juga diakibatkan banyaknya pasangan suami istri muda, yang berimplikasi meningkatnya jumlah penduduk.  Di sisi lain, meningkatnya pertumbuhan ekonomi seiring dengan banyaknya investasi yang masuk ke Boyolali, berdampak semakin banyaknya pabrik yang membutuhkan banyak tenaga kerja. Imbasnya, terjadi migrasi penduduk masuk ke Boyolali

Menurut Dasih, upaya mencegah ledakan penduduk di Boyolali di antaranya dilakukan dengan menggandeng kalangan umat beragama, seperti yang dilakukannya bersama umat beragama yang tergabung dalam  Forum Antar Umat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera  dan Kependudukan (FAPSEDU).

Terpisah,  Ketua Persatuan Hindu Darma Indonesia Cabang Boyolali, Triyatmono mengatakan pihaknya menyambut baik sosialisasi KB dengan melibatkan umat beragama.
“Suksesnya program KB juga menjadi tanggung jawab umat beragama, termasuk umat Hindu,” imbuh dia.

Ario Bhawono