JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Angkudes Penuh Penumpang Anak-Anak Terjun Bebas ke Jurang, 1 Penumpang Tewas

Angkudes Penuh Penumpang Anak-Anak Terjun Bebas ke Jurang, 1 Penumpang Tewas

454
BAGIKAN
TERJUN KE JURANG - Sebuah angkutan desa jurusan Matesih – Karangpandan terjun ke jurang di kawasan Dukuh Banjar, Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan, Rabu (11/2) pagi. Akibat kejadian itu, 1 penumpang tewas dan 14 lainnya luka-luka. Fot: Putradi Pamungkas
TERJUN KE JURANG – Sebuah angkutan desa jurusan Matesih – Karangpandan terjun ke jurang di kawasan Dukuh Banjar, Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan, Rabu (11/2) pagi. Akibat kejadian itu, 1 penumpang tewas dan 14 lainnya luka-luka. Fot: Putradi Pamungkas

KARANGANYAR – Kecelakaan maut terjadi di Dukuh Banjar, Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan, Rabu (11/2/2015) pagi pukul 06.30 WIB. Sebuah angkutan desa jurusan G Matesih – Karangpandan terjun bebas ke jurang sedalam kurang lebih 25 meter.

Akibatnya, 1 orang penumpang, Rudiyanto (14) siswa kelas 8E SMPN 3 Karangpandan tewas seketika usai tergencet badan kendaraan. 14 penumpang lainnya mengalami luka-luka, sementara 24 lainnya selamat.

Diduga, angkutan bernomor polisi AD 1772 F tersebut membawa penumpang melebihi kapasitas hingga 39 orang, termasuk sopir Supatno (43) asal Gantiwarno, Matesih.

Dari arah selatan, angkot melaju cukup kencang melewati jalur berbukit menuju terminal Karangpandan. Lantaran kelebihan muatan, Supatno pun kesulitan mengendalikan laju kendaraannya, hingga terjun ke jurang tepat di sisi kiri badan jalan berukuran 4 meter itu. Naas, Rudiyanto yang bermaksud menyelamatkan diri saat menggelantung di atap angkot, justru terpelanting dan tergencet badan mobil.

“Di dalam angkot tersebut sebagian besar diisi anak-anak sekolah. Satu diantaranya meninggal dunia di lokasi, usai mengalami luka parah di bagian kepala. Lantaran kecepatan melebihi batas maksimum, sopir tak dapat mengendalikan kendaraan sampai akhirnya terjun,” ungkap Kapolsek Karangpandan, AKP Hery Ekanto, kepada wartawan.

Seketika, warga yang mendapati kejadian tersebut berupaya menolong korban yang terjebak dalam angkot. Beberapa penumpang lainnya yang tak mengalami luka masih dapat merangkak keluar dari angkot yang sudah terjerembab ke dalam jurang.

Hery mengindikasikan adanya kelalaian sopir yang sengaja membawa penumpang melebihi muatan.

“Soal detailnya tentu akan diselidiki, sebab terbukti sopir membawa penumpang melebihi kapasitas,” sebutnya.

Konon, angkudes yang melintas di kawasan Matesih – Karangpandan melewati jalur Girilayu tersebut hanya menarik penumpang pelajar, masing-masing sebanyak 3 kali pada pagi dan siang. Angkudes tersebut mengandalkan pemasukan dari penumpang pelajar. Selama ini, tak jarang angkudes memuat penumpang melebihi kapasitas, hingga bergelantung di pintu dan atap kendaraan.

Selain menyebabkan satu korban meninggal dunia, tercatat 14 korban lainnya dilarikan ke RSUD Karanganyar. Masing-masing, lima pasien rawat jalan, delapan pasien rawat inap, satu pasien mendapat penanganan khusus di ICU. Dari delapan pasien rawat inap tersebut, enam diantaranya merupakan pelajar sekolah, yakni Felix, Angga Prasetyo, Wahyu Widyaningsih, Pudji Rahayu, Edhiska dan Adimas Nur Adiansyah. Sedangkan dua sisanya berusia dewasa, yaitu Ny Suyami dan Ny Sawistri.

“Korban tewas mengalami pendarahan hebat di kepala, sedangkan satu korban anak-anak mengalami trauma di kepala. Sedangkan sopir angkot kondisinya kritis, sehingga dimasukkan ke ICU,” urai Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Karanganyar, Ita Kusumawati.

Sementara, Wahyu Widyaningsih, siswa kelas VI SDN 1 Gerdu yang menjadi korban kecelakaan tersebut, mengakui angkot yang ditumpanginya melaju cukup kencang. Widya yang bersama Angga, adiknya dalam kejadian tersebut mengeluhkan sesak di bagian dadanya. Sedangkan adiknya mengalami memar dan pusing di kepalanya.

“Saya duduk paling belakang. Karena sudah penuh sesak, tak ada lagi sisa tempat untuk duduk,” tuturnya.

Putradi Pamungkas