JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Antisipasi Bencana, Pemkab Karanganyar Siapkan Rp 2,5 Miliar

Antisipasi Bencana, Pemkab Karanganyar Siapkan Rp 2,5 Miliar

216
BAGIKAN
Ilustrasi: Maksum Nur Fauzan
Ilustrasi: Maksum Nur Fauzan

KARANGANYAR – Guna mengantisipasi segala kebutuhan selama terjadi bencana, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar bakal menyiapkan dana tak terduga sebesar Rp 2,5 milyar. Dana yang diambilkan dari APBD 2015 tersebut lebih tinggi Rp 500 juta, ketimbang anggaran yang ditetapkan tahun lalu.

 Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo mengungkapkan, dengan anggaran tersebut, maka penanganan berbagai bencana yang sifatnya sementara dapat tercukupi. Utamanya, infrastruktur wilayah yang berkaitan dengan kebutuhan umum masyarakat.

 “Seperti misalnya ada jembatan rusak atau lainnya, maka dana tersebut bisa dipakai untuk membangun jembatan sementara. Atau jika terjadi angin ribut yang mengakibatkan rumah rusak, maka dana tersebut bisa dimanfaatkan untuk pembiayaan darurat,” ungkap Rohadi, kepada wartawan, Selasa (10/2/2015).

 Lantaran hanya bersifat sementara, maka dana tak terduga tersebut tak dapat dimanfaatkan untuk pembiayaan penanganan bencana secara permanen. Rohadi mengatakan, pembiayaan perbaikan permanen akan diampu oleh anggaran reguler dari pemerintah, baik di lingkup kabupten, provinsi hingga pusat.

 “Karena penggunaan dana ini sifatnya hanya untuk penanganan sementara, maka yang paling penting adalah bagaimana kegiatan masyarakat tidak terganggu akibat bencana. Misalnya jika ada kasus jembatan ambrol, maka perbaikan permanennya tak dapat dianggarkan dari dana tak terduga,” ujarnya.

 Kendati berbagai bencana terus terjadi secara beruntun selama awal 2015, namun sejauh ini dana terduga masih belum digunakan. Padahal, berdasarkan APBD 2015, anggaran tersebut telah tersedia.

 “Seperti beberapa waktu lalu di Jantiharjo itu, mungkin bisa sementara memakai dana tak terduga,” sebut Rohadi.

 Sebagaimana diketahui, dalam beberapa bulan terakhir, Kabupaten Karanganyar seolah ‘panen’ bencana. Jika di wilayah timur kawasan lereng Gunung Lawu kerap terlanda bencana tanah longsor, di sisi barat kerap rawan dengan bencana macam kebakaran hingga banjir. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah peristiwa bencana terjadi di beberapa kecamatan. Terlebih, intensitas hujan yang turun pun semakin tinggi beberapa hari belakangan.

Putradi Pamungkas