JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Asosiasi Petani Tembakau Indonesia Tolak Impor Tembakau

    Asosiasi Petani Tembakau Indonesia Tolak Impor Tembakau

    218
    BAGIKAN
    Ilustrasi | Joglosemar/Eko Sudarsono
    Ilustrasi | Joglosemar/Eko Sudarsono

    SEMARANG– Anggota Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Tengah menolak impor tembakau yang dilakukan pemerintah karena dinilai merugikan kalangan petani tembakau.

    “Pernyataan sikap menolak impor tembakau itu menjadi salah satu dari sembilan rekomendasi yang dihasilkan dari rapat kerja daerah,” kata Ketua Pengurus APTI DPD Jateng Wisnu Brata di Semarang, Rabu (4/2/2015).

    Hal tersebut disampaikan Wisnu usai menutup rapat kerja daerah DPD APTI Jateng yang berlangsung di kantor Dinas Perkebunan Jateng dan diikuti oleh perwakilan dari 17 DPC.

    Ia menjelaskan bahwa volume impor tembakau meningkat tajam setiap tahun, pada 2003 tembakau impor hanya 28 ribu ton, pada 2007 meningkat menjadi 97 ribu ton, dan 137 ribu ton pada 2014.

    “Impor tembakau saat ini hampir menyamai produksi tembakau nasional dari sembilan provinsi yang mencapai 145-150 ribu ton,” ujarnya.

    Ia mengungkapkan bahwa rekomendasi lain yang dihasilkan dari rapat kerja daerah DPD APTI Jateng itu adalah Pemerintah Provinsi Jateng diminta menjadi fasilitator terhadap persoalan-persoalan petani tembakau dan pabrikan.

    “Peran APTI Jateng perlu ditingkatkan sebagai mitra strategis Pemprov Jateng dalam membuat kebijakan pertembakauan, dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) digunakan untuk memajukan pertanian tembakau dan program DBHCHT disesuaikan dengan kebutuhan petani di masing-masing daerah,” katanya.

    Kemudian, APTI Jateng juga meminta pemanfaatan DBHCHT berdasarkan potensi kabupaten dan potensi desa penghasil tembakau, serta harus segera dibentuk koperasi primer petani tembakau di DPC APTI selambat-lambatnya Mei 2015.

    “Petani diberi kebebasan memilih komoditas tanaman di lahan miliknya sendiri sesuai dengan Undang-Undang Budidaya Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman,” ujarnya.

    DPD APTI Jateng, kata Wisnu, menyatukan sikap untuk menjaga kekompakan dari intervensi serta kepentingan yang akan memecah belah persatuan dan kesatuan petani tembakau Jateng.

    ANTARA|Wisnu Adhi Nugroho