JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Atasi Sampah, Pemkot Solo Tambah Tempat Pembuangan Sampah Mobile

Atasi Sampah, Pemkot Solo Tambah Tempat Pembuangan Sampah Mobile

341
BAGIKAN
Ilustrasi sampah
Ilustrasi sampah

SOLO– Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surakarta akan menambah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) mobile. Untuk tahun ini DKP sudah mengajukan sebanyak 21 TPS ke Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA). 21 TPS Mobile nantinya diantaranya dibagikan kepada sejumlah kelurahan seperti Kadipiro, Mojosongo, dan Jajar.

Kepada Joglosemar, Minggu (22/2) Kepala DKP Hasta Gunawan menjelaskan, saat ini proses pengadaan TPS mobile sudah masuk dalam proses lelang. Hasta memperkirakan, proses ini bakal selesai pada Maret mendatang.

“Kalau kita tidak mengadakan dengan anggaran sendiri, tetapi mengajukan langsung ke DPPKA terkait kebutuhan TPS mobile, kemudian yang menyelenggarakan pengadaannya langsung DPPKA,” terang Hasta.

21 TPS Mobile ini nantinya dibagikan kepada sejumlah Kelurahan yang ada dikawasan pinggiran kota Solo. Seperti Kelurahan Kadipiro, Kelurahan Mojosongo, Kelurahan Jajar dan beberapa kelurahan lainnya. Satu kelurahan, rata-rata akan mendapatkan tiga sampai empat TPS mobil, tergantung besar wilayah Kelurahan tersebut. Tetapi, Hasta tidak hafal benar pembagian TPS mobil ini disetiap Kelurahan. “Ya rata-rata tiga sampai empat TPS mobil setiap kelurahannya, saya tidak hafal kalau pembagiannya,” katanya.

Ditanya soal kebutuhan ideal TPS mobil untuk wilayah Solo, Hasta menyebut sekitar 78 TPS mobile. Sementara, saat ini jumlah TPS yang sudah ada sekitar 50 TPS. Nantinya, dengan adanya penambahan 21 TPS mobile ini sudah masuk jumlah ideal. Hasta berharap, dengan adanya penambahan 21 TPS mobile ini penarikan sampah akan semakin lancar dan tidak ada penumpukan sampah yang dapat mengganggu warga. DKP juga akan mengevaluasi kinerja TPS-TPS mobile yang ada.

“Jumlah ideal untuk 51 Kelurahan yang ada di Solo sekitar 78 lama, itu baru perhitungan. Syukur-syukur jika nantinya dengan jumlah TPS mobil yang ada ini lebih dari yang dibutuhkan, maka kinerja TPS mobil bisa lebih optimal,” terangnya. Karena, Hasta melanjutkan, kalau jumlah TPS mobile kurang dikhawatirkan kinerja TPS mobil akan diforsir untuk mengangkut sampah sehingga membuat kendaraan lebih cepat rusak.

Ari Purnomo