JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Atlet Solo Masuk PPLP Balap Sepeda

Atlet Solo Masuk PPLP Balap Sepeda

526
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

SOLO – Atlet asal Solo, Saputro Reno terpilih masuk tim Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Balap Sepeda Jawa Tengah.

Dalam seleksi individual road race yang mengambil rute dari Bejen hingga Karangpandan, Karanganyar, Minggu (22/2/2015) kemarin, Reno mencatatkan waktu tercepat dengan 37 menit 39 detik.

Selain Reno, PPLP Balap Sepeda juga merekrut atlet asal Tegal, Nurul Fauzan. Dirinya menjadi peserta tercepat kedua dengan waktu tempuh 39 menit 40 detik. Keduanya melengkapi formasi enam pembalap PPLP Jawa Tengah.

Tak mudah bagi Reno dan Fauzan mencatatkan waktu tercepat. Pasalnya, ada 12 atlet lain dari Solo, Karanganyar, Sragen, Kudus, Cilacap, Magelang dan Tegal yang juga ingin merebut kesempatan gabung PPLP Jateng. Namun setelah bersaing di rute sekitar 17 kilometer tersebut, keduanya jadi yang tercepat menyentuh garis finish.

“Pemilihan atlet ini berdasarkan catatan waktunya. Reno dan Fauzan mencatatkan waktu tercepat hingga akhirnya kami rekrut. Ada satu peserta yang sebenarnya mencatatkan waktu tercepat. Tapi usianya tak sesuai persyaratan awal minimal 2000, sedangkan dia kelahiran 1999,” terang Pelatih PPLP Jateng, Budi Siswanto, Senin (23/2/2015) pagi.

Seleksi yang digelar PPLP Balap Sepeda tak lepas dari lulusnya Brian Dwi Wicaksono dan Dian Fiar Pradana dari Sekolah Menengah Atas (SMA).

Selanjutnya, Reno dan Fauzan akan menjadi rekan satu tim Adrian Hidayat, Slamet Widodo, Irfan Lutfi dan M Abdul Azis. Manajer PPLP Balap Sepeda Paulus Kristono berharap pada bulan depan perpindahan sekolah keduanya ke Solo sudah rampung.

“Kami akan melaporkan hasil seleksi kemarin ke Dinpora (Dinas Pemuda dan Olahraga) Jawa Tengah. Semoga proses perpindahan keduanya segera selesai dan bulan depan sudah masuk mess,” jelas Paulus.

PPLP Balap Sepeda menjadi salah satu pusat latihan yang tak terpusat di Semarang. Mereka rutin mengasah skill di jalanan yang ada di eks Karesidenan Surakarta maupun Velodrome, komplek Stadion Manahan Solo.

Nofik Lukman Hakim