JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Back Hoe Digasak Maling, Pengusaha Galian C Rugi Rp 50 Juta

Back Hoe Digasak Maling, Pengusaha Galian C Rugi Rp 50 Juta

429
BAGIKAN
Joglosemar|Ario Bhawono PAJAK GALIAN-Aktivitas galian tanah uruk di Desa Guwokajen, Kecamatab Sawit, beberapa waktu lalu. DPPKAD Boyolali berupaya menarik pajak galian C untuk proyek jalan tol yang berpotensi miliaran rupiah.
Joglosemar|Ario Bhawono
Ilustrasi galian c.

SRAGEN- Aksi pencurian tidak hanya menyasar pada kendaraan bermotor maupun harta benda yang ada di dalam rumah. Dinihari Selasa (24/2/2015) kemarin, aksi pencurian juga merambah pada area galian C dan menyasar perangkat monitor serta kelengkapan pada mesin operator back hoe.
Kejadian itu menimpa mesin galian C milik Joko Sutarno (31) pengusaha galian C asal Dukuh Bangsari RT 22, Blimbing, Kecamatan Sambirejo. Mesin backhoe Cobelco miliknya yang ada di area galian C Dukuh Gaping, Jambeyan, Sambirejo disatroni oknum tak dikenal dan dibobol dari belakang.
Informasi yang dihimpun, aksi pencurian mesin backhoe itu terungkap ketika korban melapor ke Polsek Sambirejo kemarin. Berdasarkan keterangan korban, kejadian itu diketahui sekitar pukul 07.30 WIB saat mendapat laporan dari Wagiman (38) dan Marno (41), pekerjanya kemarin pagi.
Kronologisnya, pagi kemarin keduanya hendak bekerja di areal galian C tersebut. Setiba di lokasi, Wagiman hendak mengoperasikan mesin dan kaget mendapati kaca belakang mesin sudah terbuka dan kemudian segera melaporkan kejadian itu kepada korban.
Tak lama berselang, korban langsung mengecek ke lokasi dan benar mendapati bahwa mesin miliknya sudah dalam kondisi tanpa kaca belakang. Berdasarkan pengecekan, kaca tersebut diduga dilepas paksa dan kemudian diambil CPU monitor dan box sekering yang ada di dalamnya. Setelah perangkat itu diambil, kaca tersebut diletakkan di atas kabin. Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp 50 juta.
Kapolres Sragen AKBP Dwi Tunggal Jaladri melalui Kasubag Humas AKP Saptiwi membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Ia kembali mengimbau masyarakat atau pengusaha lebih hati-hati melakukan pengamanan atau penjagaan terhadap lingkungan usahanya untuk mengantisipasi tindak kejahatan.
Wardoyo