JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Badan Pelestarian Cagar Budaya Dampingi Pembangunan Pasar Darurat Klewer

Badan Pelestarian Cagar Budaya Dampingi Pembangunan Pasar Darurat Klewer

276
BAGIKAN
Barikade terpasang di depan Pasar Klewer, Sabtu (10/01/2015) usai terbakar beberapa saat lalu. Pemasangan barikade tersebut untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan_Foto_Maksum N F
Barikade terpasang di depan Pasar Klewer, Sabtu (10/01/2015) usai terbakar beberapa saat lalu. Pemasangan barikade tersebut untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan_Foto_Maksum N F

SOLO Pemkot Solo mengaku sudah mendapatkan rekomendasi dari Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) dalam pendirian pasar darurat Pasar Klewer di Alun Alun Utara (Alut). Selain itu, BPCB akan mendampingi Pemkot dalam membangun 1.300 kios darurat di kawasan cagar budaya itu.

Kepala Dinas Pengelola Pasar (DPP) Solo, Subagiyo mengungkapkan telah mendatangi kantor BPCB di Klaten. Kedatangan mereka untuk meminta izin atau rekomendasi tergadap rencana pembangunan pasar darurat di Alut. Hal itu disebabkan Alut masuk dalam kawasan cagar budaya.

“Saya sudah ke BPCB. Hasilnya, pembangunan pasar darurat bisa dilakukan. Mereka pun juga harus mendampingi dalam pembangunan,” kata dia, Selasa (10/2/2015).

Selain itu, BPCB menyatakan Pemkot diberikan izin membuat konstruksi. Hanya saja, pasca penggunaannya selesai, area tersebut harus dikembalikan seperti semula.

Soal lelang pembangunan pasar darurat, Bagiyo mengungkapkan masih perlu ada pembenahan dalam hal administrasi. Pasalnya, selama ini Pemkot memperkirakan lelang pasar darurat senilai Rp21 miliar itu bisa dilakukan secara keseluruhan. Namun, setelah dilakukan analisa, ternyata harus dilakukan secara terpisah.Oleh karena itu, pihaknya juga harus melakukan revisi terhadap gambar letak kios.

Mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) itu menyatakan tidak bisa langsung melangkah ke tahapan lelang karena bisa melanggar aturan yang ada. “Kami takut kalau harus melanggar aturan. Makanya, kami mengubahnya dan memerlukan waktu lagi untuk melakukan revisi gambar,” ujarnya.

Murniati