JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Balai POM Tak Mampu Deteksi Kandungan Merica Palsu Pasar Bunder

Balai POM Tak Mampu Deteksi Kandungan Merica Palsu Pasar Bunder

465
BAGIKAN
Merica | ncc-indonesia
Merica | ncc-indonesia

SRAGEN– Pihak Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Unit Laboratorium Forensik Polda Jateng menyatakan tidak bisa mendeteksi, apa bahan dan kandungan yang terdapat dalam merica palsu yang diamankan dari pedagang, di Pasar Bunder Sragen awal Januari 2015 lalu. Atas kondisi itu, Polres Sragen pun mengingatkan agar masyarakat tidak lagi mengonsumsi merica palsu yang dijual dengan kedok merica murah tersebut.
Hasil ujilab itu disampaikan Kapolres Sragen AKBP Dwi Tunggal Jaladri, kemarin. Kepada Joglosemar, ia menyampaikan dari keterangan pihak BPOM dan Labfor Polda, semuanya menyatakan tidak bisa mendeteksi kandungan dan bahan apa yang dipakai di merica tiruan tersebut. Meski demikian, ia menegaskan hal itu tidak akan menghentikan upaya Polres untuk menindaklanjuti kasus tersebut.
“Sudah ada keterangan dari Labfor Polda nggak bisa mendeteksi. BPOM juga nggak bisa. Tapi dari uji lab pertanian belum kita coba. Kita akan terus tindaklanjuti karena kami ingin mendapatkan dan memberikan kepastian kepada masyarakat, apa kandungan di dalam merica palsu itu. Berbahaya bagi kesehatan atau tidak,” paparnya .
Kapolres juga mengisyaratkan jika laboratorium pertanian juga tidak bisa, uji lab ke UGM Yogyakarta pun tidak menutup kemungkinan akan dipilih sebagai alternatif selanjutnya. Menurutnya, hasil uji lab menjadi penting untuk mendapatkan kepastian dan mendeteksi apakah merica palsu itu berbahaya atau tidak bagi kesehatan. Sembari menunggu hasil uji lab, pihaknya tetap menyerukan masyarakat untuk tidak lagi tergiur harga murah dan tidak mengonsumsi merica yang terindikasi palsu tersebut.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Farid Anshori melalui Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes), Iin Dwi Yuliarti mengatakan karena temuan dan penanganannya sejak awal oleh Polres, pihaknya memilih menunggu dan berkoordinasi dengan tim Polres.
Namun, jika mengacu keterangan pedagang bahwa merica palsu itu dibuat dari bahan tepung, menurutnya tidak ada jaminan bahwa merica palsu itu aman bagi kesehatan. Sebab, jika proses pembuatan dan penyimpanannya tidak tepat, maka merica palsu itu sangat rentan ditumbuhi jamur <I>Aflatoxin<I> yang akan berbahaya bagi kesehatan manusia.
“Jamur <I>aflatoxin itu memang banyak terdapat di dalam bahan umbi-umbian. Kalau terkonsumsi dalam jangka panjang, efeknya bisa merusak jaringan organ dalam seperti merusak hati, ginjal bahkan bisa memicu kanker hati yang bisa berujung kematian,” jelasnya.
Wardoyo