JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Baru Enam Desa di Boyolali Punya BUMDes

Baru Enam Desa di Boyolali Punya BUMDes

308
BAGIKAN
Pekerja menata buah melon hasil panen di areal persawahan Blulukan, Colomadu, Karanganyar, Sabtu (24/01/2015). Hasil panen melon tersebut akan dikirim ke Semarang dan Bandung  dengan harga jual Rp.8.000-Rp. 9.000 perkilogramnya mengingat hasil yang kurang bagus pada musim penghujan_Foto_Maksum N F
Pekerja menata buah melon hasil panen di areal persawahan Blulukan, Colomadu, Karanganyar, Sabtu (24/01/2015) | Joglosemar/Maksum N F

BOYOLALI – Baru enam desa dari 261 desa di Boyolali yang sudah memiliki badan usaha milik desa (BUMDes).  Desa yang belum memiliki BUMDes, masih menunggu turunnya dana desa.

Gatot Murdiyanto, Kabid Usaha Ekonomi, Ekonomi dan Kebudayaan Masyarakat , Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapermasdes) Boyolali mengungkapkan, keenam desa tersebut yakni Desa Donohudan, Kecamatan Ngemplak; Desa/Kecamatan Banyudono; Desa Mojolegi, Kecamatan Teras; Desa Pulutan, Kecamatan Nogosari; Desa Temon dan Gunung, Kecamatan Simo.

“Kebanyakan BUMDes yang dibentuk bergerak di bidang jasa simpan pinjam, tetapi di Desa Mojolegi selain simpan pinjam juga bidang peternakan,” ungkap Gatot.

Gatot mengatakan, cukup banyak potensi desa yang bisa dikembangkan dalam berbagai bidang BUMDes. Hanya saja diakuinya saat ini baru enam desa di atas yang sudah memilikinya. Sisanya lanjut dia, masih dalam proses pembentukan BUMDes.

Menurut Gatot, desa yang tengah proses pembentukan masih menungg turunnya dana desa. Hal ini dikarenakan sebagian dana desa dapat dipergunakan untuk pembentukan BUMDes sesuai dengan potensi masing-masing desa.

Untuk pembentukan BUMDes, menurut Gatot landasan yuridisnya mengacu pada UU 6/2014 tentang Desa. Selain itu juga Permendagri 39/2010 tentang BUMDes, serta Perbup 19/2010 tentang tatacara pembentukan dan pengelolaan BUMDes. Dalam UU tersebut, pemerintah termasuk Pemkab Boyolali juga akan mendorong perkembangan BUMDes dengan pemberian modal dalam pembentukkannya.

“Sesuai UU, desa bisa mendirikan BUMDes disesuaikan dengan potensi yang ada. BUMDes itu nantinya dikelola secara gotong royong untuk melayani masyarakat,” papar dia.

Ario Bhawono