JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Baru Selesai Dibangun, Talut Komplang Ambrol

Baru Selesai Dibangun, Talut Komplang Ambrol

296
BAGIKAN
Anggota DPRD Kota Solo YF Sukasno meninjau talut yang ambrol, Selasa (10/2/2015) | Dini Tri Winaryani
Anggota DPRD Kota Solo YF Sukasno (membawa tongkat)  meninjau talut yang ambrol, Selasa (10/2/2015) | Dini Tri Winaryani

SOLO -Talut di utara Jembatan Komplang II ambrol sepanjang 25 meter, Senin sore (9/2). Peristiwa itu sempat mengagetkan sejumlah pedagang  di Shelter Komplang. Di lokasi itu terlihat tiga pekerja yang membersihkan reruntuhan fondasi yang masuk ke sungai.

“Sekitar pukul 15.00, kami masih ada di shelter. Tiba-tiba terdengar suara keras sekali, seperti bom saja. Ternyata dinding talut ambrol,” kata pedagang ayam di Shelter Komplang, Surono, Selasa (10/2/2015).

Dia mengatakan, Bahkan setelah persitiwa tersebut tanah di di sekitar lokasi sering terlihat bergetar. Utamanya saat kendaraan berat melintas di jalur tersebut.

Talut tersebut merupakan bagian dari Proyek Penataan Simpang Komplang yang dilaksanakan pada 6 Agustus 2014, dalam waktu 130 hari kerja. Nilainya mencapai Rp 879,8 juta yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat dan pendampingan APBD kota. Proyek tersebut dimenangkan CV Mitra Aditama, Gendingan, Jebres.

“Kalau melihat kondisinya, ada indikasi proyek tak sesuai spek.Kualitas fondasi jelek sehingga gampang robih. Selain itu, pembangunan talut tersebut menumpang di fondasi lama,” kata Sekretaris Komisi II DPRD Kota Surakarta, Supriyanto, saat inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi.

Dia menilai,  kemiringan talut juga terlalu kecil sehingga mudah runtuh. Pembuatan talut juga perlu diperkuat dengan penambahan bronjong . Hal itu untuk mengantisipasi gerusan arus sungai yang kuat.

“Kami khawatir kondisi yang sama juga terjadi di talut bawah jembatan. Ini kan berbahaya untuk pengguna jalan. Ini juga jadi rapor merah untuk pelaksana,” tambahnya.

Ketua Komisi II YF Sukasno mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) agar segera mengecek lokasi. Menurutnya, tanah di atas talut ambrol itu kurang padat. Sebelumnya di titik tersebut ditempati barisan pedagang kaki lima (PKL).

“Tanah urug itu kurang padat, padahal harus menahan beban fondasi talut. Ini masih dalam masa pemeliharaan pelaksana. Kami minta itu dibangun ulang. Melihat kondisinya, tak mungkin kalau hanya diperbaiki tambal sulam,” tambahnya.

Dini Tri Winaryani