JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Bayi Tertukar, Keluarga Ini Mendapat Kompensasi Rp 28 Miliar

Bayi Tertukar, Keluarga Ini Mendapat Kompensasi Rp 28 Miliar

164
BAGIKAN
Ilustrasi: dok.Soloblitz
Ilustrasi: dok.Soloblitz

PARIS– Dua keluarga di Prancis yang bayinya tertukar setelah lahir mendapatkan kompensasi sebesar 2 juta euro atau setara Rp 28 miliar. Insiden ini terjadi sekitar 20 tahun lalu.

Pengadilan di kota Grasse, Prancis memerintahkan klinik di kota Cannes, French Riviera yang menjadi tempat kelahiran dua bayi keluarga tersebut, untuk membayar uang kompensasi sebesar 1,88 juta euro (Rp 26 miliar), atau sekitar enam kali lipat lebih besar dari yang dituntut kedua keluarga tersebut.

Seperti dilansir AFP, Selasa (10/2/2015), kisah ini berawal pada 4 Juli 1994 ketika Sophie Serrano, yang kini berusia 30-an tahun melahirkan putrinya, Manon di klinik yang ada di Cannes tersebut.

Manon mengalami penyakit kuning dan dokter menempatkannya di dalam inkubator bersama seorang bayi perempuan lainnya, yang mengalami masalah yang sama. Tak disadari, seorang perawat pembantu menukar kedua bayi tersebut.

Meskipun kedua ibu bayi tersebut merasa ada yang berbeda pada bayi mereka, terutama merujuk pada bentuk dan panjang rambut bayi mereka, kedua bayi tersebut tetap dibawa pulang oleh keluarga masing-masing.

Sekitar 10 tahun kemudian, ayah Manon merasa curiga dengan fakta bahwa putrinya tidak mirip dengannya dan memiliki kulit yang lebih gelap sehingga dia melakukan tes DNA. Hasilnya menunjukkan bahwa Manon bukan putri biologisnya.

Sophie Serrano kemudian juga menyadari dirinya bukan ibu kandung Manon. Keluarga ini lantas berupaya keras mencari keluarga, yang membesarkan putri kandung mereka.Hasil penyelidikan mengungkapkan, pada tahun kelahiran kedua bayi, tahun 1994, terdapat tiga bayi yang menderita penyakit kuning, yakni dua bayi perempuan dan satu bayi laki-laki. Pihak klinik hanya memiliki dua inkubator dengan lampu khusus sehingga dua bayi perempuan diletakkan di dalam satu inkubator.

Kedua keluarga akhirnya berhasil bertemu dengan masing-masing anak biologis mereka ketika anak-anak tersebut berusia 10 tahun. Namun entah mengapa, mereka tidak meminta kedua anak tersebut untuk ditukar kembali.

Lebih aneh lagi, kedua keluarga justru saling menjauhkan diri satu sama lain setelah pertemuan yang terjadi 10 tahun lalu. Tidak dijelaskan lebih lanjut bagaimana hubungan masing-masing keluarga dengan anak kandung mereka yang dibesarkan oleh keluarga lain.

 detikNews|Novi Christiastuti Adiputri