JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Belasan Pedagang Gendingan Bersikeras Tolak Hadirnya Toko Modern

Belasan Pedagang Gendingan Bersikeras Tolak Hadirnya Toko Modern

259
BAGIKAN
MAKIN MENJAMUR - Warga berbelanja di toko modern yang banyak ditemui di wilayah Klaten, Sabtu (9/3) malam. Kalangan DPRD Klaten mengkritisi regulasi perijinan toko modern yang dikeluarkan Pemkab Klaten. Joglosemar/Angga Purnama
MAKIN MENJAMUR – Warga berbelanja di toko modern yang banyak ditemui di wilayah Klaten, Sabtu (9/3) malam. Kalangan DPRD Klaten mengkritisi regulasi perijinan toko modern yang dikeluarkan Pemkab Klaten. Joglosemar/Angga Purnama

SOLO-Belasan pedagang yang ada di Gendingan RT 1 RW XIV, Jebres bersikeras menolak hadirnya toko modern yang ada di kawasannya. Pedagang pun mengaku sempat diiming-imingi kompensasi oleh pihak toko modern agar toko modern bisa segera beroperasi. Tetapi, hal itu tidak membuat pendirian pedagang goyah.

Koordinator pedagang Gendingan Tri Kartika Hestiningsih saat ditemui Joglosemar dikediamannya, Selasa (24/2/2015) mengatakan, beberapa waktu lalu lawyer yang mengaku dari pemilik toko modern mendatangi rumahnya.

Lawyer tersebut menawarkan kompensasi kepadanya dengan harapan toko modern yang ada di Jalan Ir Sutami itu bisa segera dibuka. Tetapi, tawaran lawyer tersebut tidak mampu menggiurkan Hesti dan langsung ditolaknya mentah-mentah.

“16 Februari lalu lawyer itu datang kerumah saya, saya ditawarkan uang kompensasi sebesar Rp 20 juta waktu itu, tetapi saya tidak mau. Karena, kita berfikirnya kedepan bukan untuk saat ini, karena sewa toko modern ini kan untuk 10 tahun. Kemudian, bagaimana nasib usaha kami selama 10 tahun kedepan,” tegasnya.

Hesti memastikan, sampai kapan pun dirinya tidak akan goyah dengan tawaran kompensasi dari pihak pemilik toko modern. Karena, operasinal toko modern itu dikhawatirkan bisa mematikan usahanya yang sudah dirintisnya selama ini.

“Buktinya sudah ada, dikawasan Ngoresan juga ada toko modern dan nasih toko kelontong juga mengenaskan, dan kami tidak mau hal itu terjadi di Gendingan,” ungkapnya.

Para pedagang akan tetap merapatkan barisan untuk menolak operasinal toko modern tersebut. Terlebih, perijinan pendirian toko itu menurut Hesti sudah janggal. Pedagang berharap, Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta mengambil sikap tegas terkait permasalahan ini.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh pedagang lainnya, Septi Handayani (27). Perempuan yang sudah merintis usaha toko kelontong sejak setahun yang lalu itu juga menolak keras operasinal toko modern.

Terlebih, keberadaan toko modern itu tepat disisi barat toko kelontongnya. Septi khawatir, jika nantinya Pemkot tetap mengizinkan operasinal toko modern itu, toko kelontongnya akan bangkrut. “Ya jelas khawatir, karena di toko modern itu lebih lengkap, dan lebih besar. Nanti toko saya jadi tidak laku karena keberadaan toko modern itu, makanya saya tetap tidak setuju meskipun diiming-imingi kompensasi,” ucapnya.

Ari Purnomo